PGRI Flotim Dorong Setiap Cabang Laksanakan Satu Program Setiap Bulan
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
LARANTUKA — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT) mewajibkan setiap cabang di 19 kecamatan dan 14 bidang di PGRI kabupaten melaksanakan satu program setiap satu bulan.

“Satu program dalam satu bulan sudah cukup menjadikan sebuah organisasi tetap eksis. Kita tidak perlu rencana banyak kegiatan, tapi tidak berjalan,” kata Ketua PGRI Kabupaten Flores Timur, NTT, Maksimus Masan Kian saat dihubungi, kamis (21/10/2021).
Maksi sapaannya mencontohkan, di PGRI Kabupaten Flores Timur dari 14 Sekretaris Bidang (Sekbid) masing-masing Sekbid bertangungjawab terhadap satu program.
Disebutkan, PGRI Kabupaten Flores Timur tidak memiliki program yang banyak dan tidak harus merencanakan program yang muluk-muluk, tapi terdapat satu program sebulan dan berjalan.
“Contohnya, pelaksanaan lomba vocal solo yang telah dilaksanakan merupakan program Sekretaris Bidang Olahraga dan Seni Budaya. Panggung kreativitas tidak untuk mencari siapa yang hebat, tetapi menjadi ruang refrhesing para guru di Kabupaten Flores Timur,” ucapnya.
Ditegaskan, sebuah program mesti dilaksanakan secara terus menerus sehingga bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan berkelanjutan.
Ia tambahkan, tugas pemangku kepentingan adalah bagaimana memadukan semua potensi tersebut untuk kemajuan.
Lomba vokal solo kata dia memotivasi para guru dalam mengasah kemampuan dan belajar bernyanyi dengan baik, sehingga dapat menularkan ilmunya kepada para murid.
“Kegiatan seni budaya yang dilaksanakan berupa lomba olah vokal meski dalam skala kabupaten namun bisa memberikan efek dan manfaat besar. Bisa menjadi motivasi bagi para guru dalam mengasah bakat dan kemampuan,” ungkapnya.
Sekretaris Bidang Olahraga dan Seni Budaya PGRI Flotim, Ferdinandus Boro Nama menyampaikan, kegiatan penilaian lomba vocal solo sudah dilaksanakan sejak Juni 2021.
Disebutkan, awalnya lomba dilaksanakan secara daring karena pandemi Covid-19 dan terpilih 10 peserta yang tampil menyanyi secara langsung disaksikan juri dan penonton.
“Lomba ini tentu bukan untuk mencari siapa yang lebih hebat tetapi menjadi ruang belajar bersama. Dengan begitu akan menciptakan kompetisi antar para guru seni budaya di Flores Timur,” ucapnya.
Yosef Uran, Ketua Tim Juri menyampaikan apresiasi dan bangga kepada PGRI Flores Timur yang membuka ruang kompetensi positif antar guru pada dunia keseniaan.
Dia mengaku kegiatan seperti ini jarang dilakukan sehingga para juri pun dengan senang hati selalu mendukung kegiatan seperti ini karena semua yang terjadi ini adalah bagian dari hobi mereka.
“Dari panggung perlombaan kita bisa mengetahui Guru di Flores Timur mampu dalam mengolah vokal. Potensi dalam dunia kesenian luar biasa,” ucapnya.
Hermanus Eban Lawan, dewan juri lainnya mengatakan, berkesenian itu pengalaman intelektual dan berkeseniaan tidak sekedar media hiburan.
Hermanus tegaskan, guru yang giat berkesenian menunjukan kecerdasannya, sebab seni menghuni otak manusia, membangun hingga meningkatkan intelegensi kualitas berpikir.