Seekor Bayi Paus Terdampar di Pantai Sine Tulungagung
Temuan itu kemudian dengan cepat dilaporkan regu Basarnas pos SAR Trenggalek, yang sejak pagi bersiaga di sekitar Pantai Sine, untuk melakukan pencarian nelayan korban kapal pecah yang masih hilang. Upaya penyelamatan dengan cara mendorong tubuh bayi paus kembali ke tengah laut dilakukan. Percobaan pertama berhasil, namun bayi paus dengan panjang tubuh sekitar dua meter itu berulang kali terbawa arus air laut yang saat itu mulai pasang.
Di tunggu beberapa lama tidak muncul lagi, regu basarnas kemudian kembali ke pos siaganya untuk melanjutkan tugas pencarian nelayan hilang korban kapal pecah, yang sampai berita ini ditulis belum ditemukan. Namun, sampai sore hari, bayi paus belum sepenuhnya lolos dari maut yang mengancam keselamatannya karena beberapa kali warga masih melihatnya berenang di sekitar perairan dangkal, yang tidak jauh dari bibir pantai.
Sepertinya bayi paus yang diduga terpisah dari induk dan kelompoknya ini tersesat hingga bibir Pantai Sine, saat mencoba berburu mangsa ikan kecil, yang memang cukup banyak di sekitar lepas pantai selatan Tulungagung. Warga dan Basarnas sejauh ini masih terus memantau pergerakan bayi paus tersebut, sampai mamalia laut dilindungi itu benar-benar bisa kembali ke tengah laut dan tidak lagi terdampar ke pantai. “Semoga bisa selamat dan tidak sampai kelelahan. Sebab kalau sampai sistem navigasinya tidak berfungsi akibat tenaga yang terus terkuras, bayi paus ini bisa terdampar lagi dan mati,” ujar Putra. (Ant)