Lalu darimana datangnya cahaya atau “bala tentara langit” Allah itu ? Bala tentara Allah itu, keluar dari hati orang-orang yang beriman, berupa nasihat dan perkataan-perkataan yang baik. Perkataan-perkataan baik yang keluar dari orang-orang yang beriman itu laksana anak-anak panah yang melesat dari busur-busur bala tentara Allah yang akan menghujam masuk ke dalam dada mereka yang sedang tersesat.
“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung” (QS. Al-Qalam:4).
Para tentara Allah senantiasa berusaha menjadikan Rasulullah saw sebagai teladan mereka dalam berucap, berperilaku, dan mengambil pelajaran dari setiap akhlak terpuji beliau.
Karena itu, di tengah kegelapan yang menyelimuti, raihlah secercah cahaya melalui perkataan-perkataan Nabiullah, yang bersemayam di hati orang-orang saleh. Datangilah mereka lalu amalkanlah semampunya apa yang mereka nasihatkan, agar cahaya itu menjadi bertambah besar, dan terus membesar hingga mampu menyinari bukan hanya untuk diri kamu sendiri, namun juga menyinari lingkungan di manapun kamu berada, termasuk menerangi hati mereka yang sedang dalam kegelapan.
Berjihadlah dalam menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya dengan mulai dari amalan yang kecil tapi kontinu. Misalnya berusahalah untuk berkata jujur. Satu itu saja dulu. Latihlah lidah untuk berkata jujur, mengucapkan kalimat yang benar, tidak dusta.
Lakukanlah dengan sungguh-sungguh, karena lihatlah, betapa banyak orang yang tidak mampu melalui jalan kejujuran itu.
Perhatikanlah para pembesar negeri, yang paling tinggi pangkat dan jabatannya pun selalu berkata dusta. Lihatlah betapa jauhnya dari ajaran Rasulullah. Maka palingkanlah pengharapanmu dari orang-orang sejenis itu. Sungguh itu adalah bagian dari jihadmu untuk membesarkan cahaya hatimu.