Wisata Tirta Husada Sumur Putri Bandar Lampung
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG – Destinasi wisata husada atau kesehatan, masih menjadi alternatif bagi sebagian masyarakat di Bandar Lampung. Misalnya, dengan mandi di pantai kala subuh di sumber air panas belerang Sumur Putri di Kelurahan Sumur Putri, Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung.
Secara fisik, spot destinasi Sumur Putri berbentuk sumur sebagai lokasi pemandian. Lokasi tersebut bisa dicapai dari kota Bandar Lampung, tepatnya di sebelah kiri Jalan Raden Saleh Raja Kusuma Yudha, setelah melintasi Jalan Sumur Putri. Sebuah sumur dengan cincin pelindung dari konstruksi semen dan batu kali.
Sepintas, bentuk yang unik menyerupai belik atau cerukan mata air tidak terlalu dalam antara permukaan air dan bibir sumur.
Sopian, warga Teluk Betung Selatan, menyebut saat air ditimba menggunakan ember, airnya terasa hangat. Menurutnya, Sumur Putri masih dipercaya berkhasiat bagi kesehatan. Setiap pagi hingga sore, berdatangan pengunjung yang berniat mandi atau mengambil air sumur tersebut. Sebagian warga datang sekadar untuk membasuh muka, sebab diyakini air berkhasiat untuk awet muda. Sebagian warga memakai jerigen, botol air untuk membawa pulang air Sumur Putri.
“Secara fisik terlihat Sumur Putri ini sangat sederhana. Namun jika menengok puluhan tahun silam, sumur ini merupakan destinasi wisata sejarah karena legenda yang melekat, saat ini dengan kehangatan air yang muncul dari dalam sumur menjadi spot untuk wisata tirta husada untuk mandi,” terang Sopian, saat ditemui Cendana News, Minggu (22/8/2021).

Sopian bilang, lokasi tersebut memiliki dua bilik untuk tempat ganti baju. Namun karena termakan usia, fasilitas tersebut rusak. Bagi dirinya dan sebagian warga yang ingin mandi, sebaiknya memakai “telesan” atau kain untuk basahan. Mandi dengan tetap memakai baju, jarik dan sarung kerap dilakukan. Mandi saat pagi dengan air hangat berkhasiat untuk kesehatan. Belasan tahun silam saat ia muda, air masih cukup panas, bahkan bisa untuk merebus telur.
Meski kini air sumur putri terasa hangat, sebagian warga masih menjadikannnya untuk mandi. Air yang jernih meski dinding sumur ditumbuhi lumut, membuat warga harus tetap menyaringnya.
Terkait khasiat dan manfaat air Sumur Putri, Sopian menyebut tergantung keyakinan masing-masing. Namun yang pasti, ia mengaku kehangatan air Sumur Putri cocok untuk mandi.
“Selama pandemi, saya kerap membawa perasan rebusan serai, jahe, lalu dibawa ke sini memakai ember dan mandi dari air sumur,” ulasnya.
Pengunjung Sumur Putri dari Tanjung Bintang, Lampung Selatan, Sudirin, mengaku setiap hari mandi di sumur itu. Bekerja di salah satu proyek konstruksi, ia mengaku air yang hangat tepat digunakan untuk mandi kala pagi dan sore hari. Meyakini khasiat air hangat yang bisa menyembuhkan penyakit, ia bahkan membawakan beberapa botol untuk kerabatnya.
Sudirin bilang, jernihnya air dan hangat tanpa aroma belerang. Normalnya, air hangat kerap muncul dengan belerang muncul dari kaki Gunung. Namun kehangatan air sumur putri seperti air pada umumnya. Selain unik untuk dikunjungi, ia mengaku bisa bersantai di sekitar lokasi yang dikelola Dinas Pariwisata kota Bandar Lampung itu.
“Usai mandi saat akhir pekan bisa bersantai dekat jembatan merah, menikmati suasana sejuk bendungan,” ulasnya.
Pengunjung lain bernama Stevani, mengaku penasaran dengan spot Sumur Putri. Selama ini ia mengaku kerap melintas di Jalan Saleh Raja Kusuma Yudha, namun lokasi tepat sumur yang kerap digunakan untuk mandi sekaligus rekreasi baru sekali dikunjunginya.
“Sepintas, air yang jernih terlihat dingin kala pagi, namun ketika menimbanya dengan ember, air terasa hangat,” katanya.
Stevani mengatakan, kehangatan air yang jernih dipakai untuk membasuh wajah. Memanfaatkan untuk terapi kesehatan, dilakukan dengan membawa ember. Air bisa digunakan untuk merendam kaki yang bisa dibilas berulang. Selain mengunjungi Sumur Putri, ia juga bisa menikmati kesejukan jembatan merah. Jembatan di atas Kali Akar itu berada di kawasan Sumur Putri yang dipercantik sebagai destinasi wisata.
“Selama pandemi suasana lebih lengang, sehingga bisa menikmati sejumlah spot untuk wisata,” ulasnya.
Suratman, penjaga spot jembatan merah Sumur Putri, mengakui jika selama PPKM Level 4 lokasi ini cukup sepi. Sebagian warga yang datang merupakan pengunjung lokal, sebagian mandi di Sumur Putri, Kali Akar. Laki-laki yang kerap bertugas sebagai juru parkir di area tersebut mengaku dominan warga mandi di Sumur Putri.
“Rasa penasaran dengan air yang hangat dan menikmati suasana jembatan merah menjadi magnet ke Sumur Putri kala akhir pekan,” pungkasnya.