Tempat Isolasi COVID-19 Terpusat di Buleleng Ditambah 

Sekretaris Satgas COVID-19 Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, setelah memimpin Rapat Koordinasi dan Evaluasi Penanganan COVID-19, Sabtu (7/8/2021) - Foto Ant
SINGARAJA – Satgas COVID-19 Kabupaten Buleleng, menyiapkan tambahan tempat isolasi terpusat untuk warga yang sebelumnya melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah. Tambahan tempat isolasi tersebut akan digunakan untuk memindahkan para pelaku isoman.

Sekretaris Satgas COVID-19 Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, setelah memimpin Rapat Koordinasi dan Evaluasi Penanganan COVID-19 mengatakan, saat ini tempat isolasi terpusat di Kabupaten Buleleng masih mencukupi untuk menampung warga pelaku isoman, terutama di Kecamatan Buleleng. Selain di kampus Undiksha dan di Sekolah Bali Mandara, kini ada tambahan tempat isolasi terpusat, di asrama Kompi C Air Sanih milik TNI.

“Kompi C Air Sanih itu kurang lebih 144 tempat tidur yang hari ini (7/8/2021) sembuh seluruhnya 76 orang yang sudah ada di sana, jadi untuk itu masih ada sekira 200 tempat tidur yang tersisa atau yang kosong, baik yang di Bali Mandara maupun di Undiksha ini yang diharapkan khusus yang di kota bisa digiring ke sana,” jelasnya.

Rapat evaluasi penanganan COVID-19 dihadiri oleh Dandim 1609/Buleleng, Letkol Inf Muhammad Windra Lisrianto, SE.,M.I.K., Kabag Ops Polres Buleleng Kompol A.A Wiranata Kusuma S.H,M.H., para Camat, dan beberapa Pimpinan SKPD Terkait.

Suyasa mengatakan, warga terpapar COVID-19 yang sedang menjalani isoman di Kecamatan Buleleng, diharapkan mau dipindahkan ke tempat isolasi terpusat atau isoter, yang telah disediakan oleh Satgas COVID-19. Hal itu dibutuhkan, sebagai upaya untuk meredam penyebaran COVID-19 di Kota Singaraja. Saat ini, jumlah isoman di Kecamatan Buleleng atau Kota Singaraja mencapai 228 orang, sehingga jika bisa digeser ke tempat isolasi terpusat, kemunculan klaster keluarga dapat dihindari.

Pemindahan pelaku isoman ke isoter, merupakan tindak lanjut dari Instruksi Gubernur Bali, yang mengatakan tidak ada isolasi di rumah. Sekda Suyasa menyebut, kasus aktif di luar rumah sakit sudah mencapai hampir 70 persen menjalani isolasi terpusat. “Jadi, kita harapkan yang isoman ini bisa digeser lagi ke isolasi terpusat, dengan dinamika tersendiri karena kan setiap hari ada yang sembuh tapi ada yang masuk,” katanya.

Satgas COVID-19 Kabupaten Buleleng, terus berupaya menambah tempat isolasi terpusat , untuk masyarakat yang terpapar COVID-19 tanpa gejala dan gejala ringan atau OTG-GR. Sekda Suyasa mengaku, pihaknya terus menjajagi tempat-tempat yang bisa digunakan, sebagai tempat isolasi terpusat.

“Kita lihat ada gedung nggak di kecamatan yang bisa digunakan. Kalau kemarin sih dari Bapak Pangdam, dan Bapak Kapolda, juga mendukung silakan kalau ada mess Danramil digunakan silakan dan sebagainya, jadi semua potensi harus dikerahkan ya instruksi Pak Gubernur kemarin saat Rapat Koordinasi begitu,” katanya.

Selain tambahan tempat isolasi terpusat, Satgas Penanganan COVID-19 Buleleng, Bali, juga membentuk tim dokter telekonsultasi untuk para pasien COVID-19 berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG), yang sedang melakukan isolasi mandiri (isoman). “Telekonsultasi ini membantu para pasien COVID-19 berstatus OTG yang melakukan isoman. Jika ada keluhan, pertanyaan bisa langsung ditujukan kepada dokter yang bertugas. Dokter-dokter yang masuk dalam tim telekonsultasi ini berasal dari unsur Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Fakultas Kedokteran (FK) Undiksha,” kata Sekda Suyasa.

Satu dokter, bisa memberikan konsultasi terhadap 10-15 pasien COVID-19 berstatus OTG-GR yang sedang melakukan isoman. Konsultasi dilakukan melalui sambungan whatsapp antara nomor dokter dan pasien. Satgas memberikan nomor whatsapp pasien ke dokter dan sebaliknya. Namun, telekonsultasi ini konsepnya berbeda dengan telemedicine.

Jika telemedicine bisa memberikan resep obat kepada pasien. Sedangkan, telekonsultasi hanya memberikan konsultasi kepada pasien. “Jika dalam konsultasi diketahui sudah bergejala, diarahkan untuk ke fasilitas kesehatan. Jadi, tidak memberikan resep obat,” ucap Suyasa.

Mengenai jumlah dokter yang dilibatkan, Suyasa mengungkapkan, tergantung dengan kebutuhan. Dari anggota IDI Buleleng saat ini berjumlah sekira 200 orang anggota. Dokter umum, digunakan saat telekonsultasi. Setiap dua atau tiga hari, ,akan diadakan zoom meeting kepada para pasien OTG yang isoman. Jika pasien berhalangan, diwakili oleh saudara atau keluarga lain. (Ant)

Lihat juga...