Sejuknya Udara Pegunungan di Muncak Teropong Laut Pesawaran
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG – Kabupaten Pesawaran di Bandar Lampung, kaya akan destinasi wisata alam seperti bahari, pulau, budaya, sejarah hingga wisata pegunungan. Destinasi wisata alam menjadi alternatif menikmati udara, salah satunya Muncak Teropong Laut.
Destinasi wisata Muncak Teropong Laut berada tak jauh dari pusat kota Bandar Lampung. Meski ada di Kabupaten Pesawaran, akses menuju destinasi di Gunung Muncak tersebut cukup dekat. Memakai moda transportasi mobil, motor bisa diawali dari Kota Karang, Teluk Betung Barat. Menyusuri coastal road atau jalan pesisir RE. Martadinata, lalu menuju ke Jalan Way Ratai wisatawan akan sampai di Peswaran.
Salah satu pengunjung, Cong Sui Ni, asal Bandar Lampung, menyebut memakai motor menuju lokasi. Setelah menyusuri jalan pesisir, ia tiba di Kelurahan Way Tetaan dan menengok sebelah kanan. Ada papan penunjuk bertuliskan Muncak Teropong Laut masuk ke Jalan Way Reda arah Desa Munca, Kecamatan Teluk Pandan. Infrastruktur jalan aspal sebagian berbatu memadai untuk ditempuh. Sajian alam pedesaan dengan kebun, hutan menjadi pemandangan menarik.
“Saat melintasi sejumlah perkebunan menuju destinasi Muncak Teropong Laut, sudah disambut udara yang sejuk dengan kicau burung serta sahut-sahutan suara monyet yang jarang dijumpai saat berada di kota, bisa merasakan suasana rileks sekaligus terapi pikiran saat akhir pekan,” terang Cong Sui Ni, saat dijumpai Cendana News, Minggu (8/8/2021).

Cong Sui Ni bilang, pengunjung bisa menikmati suasana santai dengan sejenak berhenti di sejumlah titik. Mencapai ketinggian hingga ratusan meter, suasana kesejukan alam pegunungan Muncak sudah terlihat. Gemercik air dari sungai yang mengalir sudah bisa dinikmati. Warga yang sebagian berprofesi sebagai petani pekebun kerap ditemui sedang memanen melinjo, durian dan menderes enau.
Menyusuri Jalan Way Rada titik poin menuju ke Muncak Teropong Laut, sebut Cong Sui Ni, ada di SDN 9 Teluk Pandan. Warga desa setempat akan dengan ramah dan senang hati menunjukkan arah kiri ke lokasi destinasi wisata tersebut. Makin mendekati lokasi, akses jalan beraspal cukup mulus. Pepohonan menghijau masih menghalangi pandangan ke laut, namun menjadi pemandangan menyejukkan mata.
“Setelah perjalanan sekitar setengah jam dari titik awal jalan pesisir, setibanya di gerbang Muncak Teropong Laut lelah terbayar,” ulasnya.
Cong Sui Ni bilang, setibanya di gerbang destinasi wisata tersebut petugas tiket menyambut dengan ramah.
Jupri, sang penjaga tiket, memberikan tiket seharga Rp10.000 per orang serta biaya parkir Rp2.000. Memasuki gerbang, hempasan angin laut menyambut dengan suasana alam Gunung Muncak. Area di sisi kiri menjadi tempat bersantai lengkap dengan meja, kursi di bawah pohon kelapa.
Menyusuri bagian tengah, bangunan berkonsep teras terbuka menghadap ke laut. Suasana tersebut menjadi titik utama menikmati pemandangan Teluk Ratai di Kabupaten Pesawara, Teluk Lampung yang dihiasi pulau pulau kecil, perahu, bagan apung dan kapal niaga.
Cong Sui Ni bisa turun ke bawah menikmati spot swafoto, berupa area terbuka, rumah pohon dan saung.
“Harus hati-hati karena sejumlah titik dihubungkan dengan jembatan kayu, bambu, jadi harus konsentrasi meski ingin mendapat foto terbaik,”ulasnya.
Cong Sui Ni menyebut selain swafoto, mengabadikan suasana alam dengan video, ia bisa bersantai. Melepas penat setelah sepekan bekerja, meninggalkan keramaian tepat dilakukan pada Muncak Teropong Laut. Menghindari aktivitas wisatawan mainstream yang datang untuk melihat keramaian, ia memilih mencari tempat yang sunyi. Kala pandemi pengunjung yang terbatas justru mendukung baginya untuk bersantai.
Ia memberi saran agar pengunjung sebaiknya membawa bekal sendiri. Pasalnya, saat wisatawan sepi pengelola hanya menyediakan sejumlah makanan dan minuman ringan. Sejumlah rumah panggung dengan atap bergaya skandinavia bisa menjadi tempat bersantai menikmati bekal yang dibawa. Telinga akan mendengar berbagai suara kicau burung dan satwa, nyaris seperti musik terapi.
“Datang kala pagi hingga siang bisa menikmati matahari terbit dan sore bisa menikmati matahari terbenam,” ulasnya.
Tiket masuk yang terjangkau sebut Cong Sui Ni sebanding dengan suasana yang diperoleh. Ia juga bisa menikmati suasana nyaman, karena tidak banyak pengunjung datang. Fasilitas memadai berupa toilet, kantin, musala dan saung memanjakan pengunjung. Namun, ia menyebut pengunjung mengajak anak-anak untuk ekstra hati-hati. Sebab, kontur tidak rata dilengkapi sejumlah tangga.
Kaya akan oksigen, udara sejuk, diakui Cong Sui Ni menjadi alternatif tepat untuk rekreasi. Suasana alam pegunungan sebutnya tepat jadi destinasi kala akhir pekan. Pemandangan alam yang indah dengan view laut bisa memanjakan mata. Suasana udara yang sejuk kaya oksigen sekaligus menjadi terapi kesehatan. Setelah sepekan berada dalam suasana kota, udara sejuk pegunungan menyehatkan napas, relaksasi pikiran.
Jupri, penjaga tiket Muncak Teropong Laut mengaku sejak pandemi wisatawan terbatas. Namun bagi sebagian orang, kondisi tersebut justru dimanfaatkan untuk berkunjung. Sebagian orang yang menyukai suasana hening, sepi dan ingin menjaga privasi kerap datang saat jumlah wisatawan terbatas. Ia juga menyebut fasilitas terus dibenahi, sehingga memberi kenyamanan pengunjung.
“Saat ini banyak wisatawan yang ingin spot swafoto sehingga pengelola terus membenahi dengan bunga, wahana foto menarik,” ulasnya.
Penanggungjawab Muncak Teropong Laut, Taufik, mengaku destinasi di Gunung Muncak sedang sepi pengunjung. Normalnya, saat akhir pekan pengunjung bisa mencapai ratusan orang. Namun selama pandemi serta munculnya destinasi wisata lain di Lampung, menyurutkan pengunjung. Saat pandemi, setiap pekan kunjungan maksimal hanya puluhan orang.