Pulau Penyangga di Batam Kembali Nihil Kasus COVID-19
Sedangkan satu kecamatan penyangga lainnya, Belakangpadang, saat ini masih berstatus zona kuning, dengan sembilan warga masih dirawat. Hal tersebut berdasarkan data kondisi terbaru di Sabtu (21/8/2021). Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, meminta Camat Belakangpadang untuk terus melakukan penanganan dan pencegahan, agar kecamatan perbatasan itu segera terbebas dari COVID-19.
Tidak hanya di pesisir, angka penularan dan kasus aktif COVID-19 di pulau utama, saat ini diklaim juga semakin berkurang. Sembilan hari yang lalu, Kamis (12/8/2021), seluruh kecamatan di pulau utama berzona merah. Kini, hanya tujuh yang berstatus zona merah. Sedang dua lainnya, Nongsa dan Batuampar, berstatus zona kuning, dengan masing-masing tiga dan 10 orang yang dirawat.
Sementara itu secara keseluruhan, satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Batam mencatat, tingkat kematian di daerah setempat mencapai 3,10 persen. Tingkat kesembuhan mencapai 95,33 persen dan tingkat kasus aktif sebanyak 1,57 persen.
Pada Sabtu (21/8/2021), tambahan meninggal dua orang, sehingga totalnya menjadi 783 orang yang meninggal dunia. Dalam laporan Satuan Tugas Penanganan COVID-19. yang dibagikan Kepala Dinas Kominfo Kota Batam, Azril Apriansyah, 20 orang terkonfirmasi positif. Sehingga totalnya saat ini 25.233 orang yang terkonfirmasi terinfeksi COVID-19.
Tambahan warga sembuh sebanyak 61 orang sehingga totalnya 24.054 orang. Dari 396 warga yang masih aktif COVID-19, sebanyak 192 orang di antaranya menjalani isolasi mandiri, 61 orang di asrama haji, dan lainnya dalam perawatan di 14 rumah sakit rujukan. “396 orang sedang dirawat,” demikian laporan Satgas COVID-19 Batam. (Ant)