Pengolahan Komoditas Pertanian Tingkatkan Nilai Jual

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Potensi hasil pertanian dan perkebunan di lereng kaki Gunung Betung sisi Kabupaten Pesawaran, cukup melimpah. Sebagian hasil pertanian menjadi nilai tambah bagi petani melalui proses pengolahan.

Jalil, salah satu warga Desa Sungai Langka, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, menanam melinjo, singkong, jahe dan talas mbothe, yang bisa menjadi bahan pembuatan kuliner.

Ia mengatakan, hasil perkebunan melinjo diolah menjadi emping oleh sejumlah perajin. Sebagian hasil pertanian singkong dibuat menjadi kerupuk opak, eyek-eyek, manggleng, keripik, kelanting hingga kue basah gethuk lindri. Sedangkan hasil panen jahe dikirimkan ke pembuat minuman tradisional bandrek, sekuteng. Talas dibuat menjadi keripik dan bola-bola goreng.

Hasil pertanian menjadi rantai pasok bagi usaha kuliner. Sebagai salah satu desa berkonsep agrowisata di Kabupaten Pesawaran, memaksimalkan hasil pertanian menjadi bernilai tambah. Serapan produk pertanian didukung oleh perajin kuliner untuk dijual menjadi bahan setengah jadi. Sentra produksi komoditas pertanian menjadi produk kuliner membuat serapan produk pertanian lancar terjual.

“Hasil panen pertanian bisa dikumpulkan menyesuaikan masa tanam hingga panen, usai dipanen langsung bisa didistribusikan ke perajin usaha kuliner setengah jadi atau langsung konsumsi, menjadi penghasilan bagi petani dan nilai tambah bagi perajin kuliner,” terang Jalil, saat ditemui Cendana News, Sabtu (21/8/2021).

Jalil, petani di Desa Sungai Langka, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, memanen talas mbothe, Sabtu (21/8/2021). -Foto: Henk Widi

Jalil menyebut, memasuki pertengahan Agustus ia bisa memanen talas dan jahe. Selain hasil pertanian itu, jenis melinjo dan pisang banyak dipanen dari hasil kebun. Kepastian serapan produk pertanian memberi sumber penghasilan harian, mingguan bahkan bulanan. Rata-rata setiap pekan ia menghasilkan ratusan ribu rupiah dari sejumlah produk pertanian.

Pasokan hasil pertanian dari desa di bagian atas menjadi berkah desa di bagian bawah lereng Gunung Betung.

Yuliwati, salah satu warga Desa Bernung, Kecamatan Gedong Tataan, menyebut sebagian wanita mengolah singkong, talas dan melinjo menjadi produk setengah jadi.

Singkong diolah menjadi kerupuk opak, eyek-eyek, kelanting hingga beras tiwul. Melinjo jadi emping, talas menjadi keripik. Bahan baku diperoleh dari petani setempat dan Desa Sungai Langka.

Potensi pengolahan kuliner setengah jadi, sebut Yuliwati didukung lokasi strategis. Berada di tepi Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Sumatra, membuat usahanya menjanjikan. Hasil pertanian yang diolah menjadi produk kuliner setengah jadi lebih tahan lama. Pembeli dominan warga asal Bengkulu, Sumatra Selatan dan wilayah Lampung tujuan pulau Jawa.

“Kami olah singkong, melinjo, talas jadi produk kuliner setengah jadi, lalu bisa digoreng sebelum disantap,” ulasnya.

Sejumlah produk kuliner setengah jadi hasil pertanian terbukti meningkatkan nilai jual. Satu kilogram singkong yang dibeli seharga Rp3.000, bisa menjadi produk lain. Jenis kerupuk opak, kelanting, eyek-eyek bisa dijual per kemasan seharga Rp7.000.

Beras tiwul dijual Rp15.000 per kilogram dan produk lain dijual mulai harga Rp5.000. Hasilnya, setiap hari bisa mencapai puluhan hingga ratusan ribu rupiah.

Sukmawati, warga Desa Bernung lainnya mengaku produk kuliner hasil pertanian menjadi pelengkap kiosnya. Ia menjual beragam kuliner berupa nasi pecel, nasi urap hingga nasi tiwul.

Memiliki kios di tepi Jalinbar Sumatra, menjadi peluang baginya. Ruas jalan penghubung Lampung dan Bengkulu serta Sumatra Selatan, masih potensial. Sebab, ruas jalan tersebut tidak terpengaruh Jalan Tol Sumatra.

“Kami masih bisa berjualan di tepi Jalinbar karena menjadi akses utama antarprovinsi, produk kuliner jadi oleh oleh,” bebernya.

Di ruas jalan pesisir Pesawaran, Surahmi, warga Desa Sukajaya, Kecamatan Teluk Pandang, menjual pisang. Berbagai jenis pisang dijual dalam kondisi segar, sebagian olahan pisang goreng dan keripik. Lokasi akses jalan menuju destinasi wisata bahari, gunung membuat produk pertanian laku dijual. Sebagian produk diolah menjadi kuliner menjadi tambahan penghasilan bagi petani di Pesawaran.

Lihat juga...