Peluang Menjanjikan, Mantan Atlet Tinju Beternak Tikus Putih
Editor: Makmun Hidayat
MALANG — Beternak tikus putih rupanya bisa menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan untuk ditekuni. Pun pada saat situasi pandemi seperti sekarang.
Suwaji, mantan atlet tinju kota Malang ini telah membuktikannya. Terhitung sudah 13 tahun ia beternak tikus putih di rumahnya yang berada di jalan Sudimoro, Gang 6, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.
Diceritakan Suwaji, ide untuk memulai usaha beternak tikus tersebut berawal ketika dirinya masuk ke dalam komunitas reptil. Di sana selain banyak bertemu dengan para pecinta reptil, di komunitas itu juga ia sering bertemu dengan mahasiswa kedokteran dan farmasi yang biasanya kerap memakai tikus putih sebagai hewan penelitian.
Dari situ Suwaji melihat adanya peluang bahwa ternyata tikus putih tidak hanya bisa untuk pakan reptil saja, tetapi banyak juga dibutuhkan mahasiswa untuk bahan penelitian.
“Jadi saya coba beli satu ekor jantan dan dua ekor betina untuk dikembangbiakkan,” akunya kepada Cendana News.
Kemudian karena perekembangbiakkan cukup cepat, maka jumlah tikus putih yang ia ternak terus bertambah. Dari yang awalnya hanya tiga ekor, berkembang menjadi ribuan ekor.
“Setelah kita kembangkan selama satu tahun, kemudian kita melihat pasar lagi ternyata benar bahwa peluangnya besar karena mahasiswa farmasi, biologi, kedokteran, bahkan mahasiswa olahraga juga membutuhkan tikus putih,” ungkapnya.
Disebutkan, harga tikus putih yang dijual Suwaji bervariasi mulai dari Rp 2 ribu sampai dengan Rp 75 ribu. Harga tersebut menurut Suwaji bukan tergantung pada ukuran tikusnya, tapi berdasarkan kriteria tikus yang dibutuhkan pembeli.
“Kalau anak reptil itu biasanya beli tikus tidak ada kriteria tertentu, jadi saya kasih harga Rp 2-3 ribu per ekor. Tapi kalau mahasiswa yang beli untuk penelitian, kita kasih harga Rp 7-15 ribu per ekor karena mereka biasanya beli tikus dengan beberapa kriteria tertentu. Mulai dari usianya yang harus sama, berat badannya yang sama, bahkan ada yang cari tikus putih dengan usia 1-2 hari,” ucapnya.
Sedangkan untuk harga Rp 75 ribu itu, imbuhnya, biasanya tikus yang beratnya mencapai 300 gram.
Lebih lanjut menurut Suwaji, selama 13 tahun dirinya menerjuni usaha ini, tidak pernah ada tikus yang tidak laku. Semua tikus putih miliknya pasti terjual, termasuk pada saat pandemi. Bahkan tikus yang sakit pun masih ada yang mencari.
Terlebih selama ini ia sudah mempunyai langganan tetap yang membutuhkan pasokan tikus putih setiap hari.
“Jadi setiap hari saya kirim tikus putih ke Eco Green Park . Karena disana dibutuhkan kurang lebih 700-800 ekor tikus per minggunya untuk pakan hewan yang ada di sana,” sebutnya seraya menandaskan sSelain itu anak-anak komunitas reptil, biasanya langsung datang ke sini untuk beli tikus.
Sementara itu salah satu mahasiswi, Nuril, mengaku membeli tikus putih hanya untuk penelitian.
“Jadi kemarin saya dapat info dari kakak tingkat kalau mau cari tikus putih untuk penelitian bisa langsung ke Pak Suwaji. Karena disini bisa beli tikus sesuai dengan kriteria yang kita butuhkan,” pungkasnya.