Habiskan Anggaran Rp5,7 M, Plaza Kuliner di Kulon Progo Masih Mangkrak
Editor: Makmun Hidayat
YOGYAKARTA — Meski telah selesai dibangun sejak 2020 lalu dengan menghabiskan anggaran mencapai Rp5,7 miliar, kawasan Pujasera atau Plaza Kuliner di Pantai Glahah Indah, Temon, Kulon Progo hingga saat ini masih mangkrak dan belum ditempati.
Proses pembangunan yang sejak awal bermasalah, dinilai menjadi penyebab mangkraknya Plaza Kuliner yang rencananya akan dimanfaatkan sebagai relokasi sejumlah pedagang makanan yang saat ini menempati wilayah sempadan pantai baik itu dermaga maupun laguna kawasan Pantai Glagah.
Selain dibangun di atas tanah berstatus Paku Alam Ground (PAG), Plaza Kuliner tersebut sejak awal juga dibangun Pemkab Kulon Progo tanpa banyak melibatkan para pelaku UKM di kawasan Pantai Glagah. Hal inilah yang kemudian membuat para pedagang enggan menempati Plaza Kuliner tersebut karena dinilai tidak sesuai dan justru hanya akan memberatkan mereka.

Salah seorang pengurus paguyuban pedagang Pantai Glagah, Feri Wahyudi, menyebut beberapa waktu lalu para pedagang bahkan sempat menyampaikan mosi tidak percaya pada dinas terkait, menyangkut rencana penataan kawasan Pantai Glagah. Termasuk didalamnya pembangunan Plaza Kuliner bagi pedagang.
“Sejak awal, para pedagang tidak banyak dilibatkan dalam membuat rencana penataan kawasan dan pembangunan tempat relokasi. Tahu-tahu dibangun saja. Padahal lokasinya sangat tidak strategis. Sehingga pedagang menolak karena khawatir tidak akan mendapatkan pembeli,” katanya, Selasa (17/8/2021).
Sebelum membangun Plaza Kuliner, Pemkab Kulon Progo sendiri sebenarnya telah membangun kios-kios sementara bagi pedagang yang berlokasi di sisi utara laguna Pantai Glagah. Selain terbuat dari papan kayu dan atap seng, kios ini juga berukuran sangat sempit, sehingga dianggap tidak layak. Akibatnya sejak awal dibangun sampai sekarang, kios sementara tersebut tak pernah sekalipun dimanfaatkan pedagang dan dibiarkan terbengkalai begitu saja.
Sementara itu Plaza Kuliner dibangun di sisi paling utara yang berjarak sekitar 500 meter sebelum pintu masuk utama menuju Pantai Glagah dan lokasi parkir kendaraan. Jarak yang jauh dari kawasan menuju pantai inilah yang membuat para pedagang tidak yakin akan bisa mendapatkan pembeli ketika menempati bangunan Plaza Kuliner tersebut.
“Memang bangunannya bagus, cukup luas, dan lebih tertata. Tapi kan lokasinya sangat tidak strategis. Jika tempat parkir kendaraannya saja di sisi selatan, mana mungkin wisatawan akan mau jalan kaki jauh ke sana (Plaza Kuliner-Red.). Mestinya kan hal semacam ini dipertimbangkan dengan berkomunikasi dan meminta pendapat dan masukan dari para pedagang,” kata salah seorang pedagang Pantai Glagah, Sari.