Manis Empuk Kue Pukis Buatan Sito
JAKARTA – Menikmati kudapan Nusantara tidak perlu berkunjung ke daerah asalnya. Di Jakarta, semua kudapan tradisional tersaji dengan citra rasa yang membuat penikmatnya ketagihan. Salah satunya, kue pukis khas Surabaya, Jawa Timur.
Sito, pedagang kue pukis di Jakarta, mengaku setiap hari pembeli kudapan nusantara khas Surabaya yang dibuatnya selalu ramai.
“Alhamdulillah, ramai pembeli tiap harinya. Dagangan kue pukis saya selalu habis dalam hitungan jam,” ujar Sito, kepada Cendana News, saat ditemui di tempat mangkalnya di Jalan Kayu Manis, Condet, Jakarta Timur, Sabtu (14/7/2021).
Menurutnya, Indonesia memang sangat terkenal dengan beragam kuliner lezat dari berbagai daerah. Kue pukis juga banyak disajikan di setiap provinsi, termasuk di Surabaya dengan ciri khasnya yang tak kalah lezat.
“Teksturnya lembut, rasa perpaduan roti kukus dan apem, empuk dan gurih. Cita rasa inilah yang membuat pembeli ketagihan,” ujar pria kelahiran 45 tahun ini.

Disebutkan dia, adonan kue pukis ini berbahan dasar tepung terigu, santan, kuning telur ayam, gula pasir, garam, dan ragi untuk pengembang.
Cara membuatnya, pertama santan kelapa direbus matang dengan terus diaduk agar gumpalannya tidak pecah. Setelah santan matang, diamkan hingga dingin. Kemudian tuangkan santan dingin itu ke dalam wadah yang berisi tepung terigu, gula pasir, kuning telur ayam, garam, dan ragi. Lalu, aduk hingga rata dan beri vanili untuk pewanginya.
“Nah setelah adonan merata, ambil sebagian lalu kasih coklat bubuk untuk pulasan bagian atas kue pukisnya saat dibakar,” urainya.
Proses selanjutnya, panaskan cetakan kue hingga panas. Lalu, masukkan adonan ke dalam cetakan berbentuk cekung dan lebar itu.
Dalam kondisi kue pukis setengah matang, taburkan adonan coklat di atasnya. Namun, kata dia bisa juga tanpa ditaburi adonan warna coklat.
“Saat membakar adonan kue pukis ini, harus dengan api kecil biar matangnya merata dan tampilan warna juga bagus,” imbuhnya.
Menurutnya, warna kuning yang tampak pada kue tersebut bukanlah zat perwarna, tapi kuning telur. Makin banyak kuning telur tanpa putih telur, maka hasil kue pukis lebih bagus dengan menambah empuk dan gurih rasa kuenya.
Satu biji kue pukis ini dihargai Rp2.000. Sito pun sangat bersyukur, karena selain banyak pembeli yang datang langsung ke tempat mangkalnya, dia juga kerap menerima pesanan dari pelanggannya untuk sajian berbagai acara. Seperti arisan keluarga dan hajatan.
“Alhamdulillah banyak pesanan juga, kadang mereka minta tampilan atas kue pukisnya dikombinasikan pakai keju atau meses. Tentu harganya jadi bukan Rp2.000 ya, tapi mereka tak masalah, yang penting cita rasa tetap lezat,” ujar Sito.
Endar (29), salah satu penyuka kue pukis mengaku hampir seminggu tiga kali membeli kue tradisional khas Surabaya ini. Ia mengaku kerap membeli kue pukis ini untuk disantap bersama keluarganya, terutama anaknya sangat menyukai kudapan ini.
“Tekstur kue pukis ini sangat lembut dan gurih saat disantap, dan anak saya suka banget kue ini, sering minta dibelikan,” ujar Endar, kepada Cendana News, Sabtu (14/7/2021).