Lingkungan di Bandar Lampung Lebih Bersih Saat PPKM Level 4
Editor: Makmun Hidayat
LAMPUNG — Kebijakan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Bandar Lampung beri dampak bagi lingkungan. Sejumlah ruas jalan yang disekat terlihat lebih bersih, udara bebas polusi.
Ruas jalan yang disekat bahkan digunakan sebagian remaja untuk olahraga futsal. Rendi Duansah, pemuda di Kecamatan Enggal, Tanjung Karang menyebut dua kali dalam sejarah ia bermain futsal di tengah jalan.
Sebelumnya ia menyebut penyekatan pertama sepanjang Jalan Raden Intan menuju bundaran gajah dilakukan bulan Juli. Imbasnya sejumlah warga, pemuda bisa bermain sepeda, sepak bola, futsal dan bola voli di tengah jalan. Kendaraan bermotor dan mobil yang tidak melintas layaknya Car Free Day (CFD). Penyekatan yang dilakukan sejak Minggu (8/8) dan akan dilakukan hingga Senin (16/8) membuat lingkungan bersih.
Jalan protokol di kota Bandar Lampung itu sebut Rendi Duansah kerap padat kendaraan. Sejumlah pusat perbelanjaan, kantor yang libur pada tahun baru Islam yang ditetapkan pada 11 Agustus mendukung lingkungan jadi bersih. Penerapan PPKM level 4 untuk mengurangi mobilitas sebutnya juga berdampak positif untuk warga. Pasalnya ia bisa berolahraga pada area yang disekat.
“Kapan lagi kami bisa menikmati Jalan Raden Intan yang lengang, tidak bising kendaraan, tanpa polusi sehingga bisa ikut menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan pernapasan meski penyekatan kali ini ruas jalan yang diberi water barrier tidak sepanjang penyekatan bulan Juli lalu,” terang Rendi saat ditemui Cendana News, Rabu (11/8/2021).
Sejumlah pusat perbelanjaan yang kerap didatangi warga sebut Rendi juga tutup. Hanya sejumlah gerai makanan cepat saji dengan pelayanan take away tetap buka. Meski demikian akses jalan hanya bisa dilintasi oleh sejumlah kendaraan ojek online melayani pesanan masyarakat. Penyekatan akses jalan juga mengurangi sampah plastik, kertas yang kerap dihasilkan tempat usaha.
Kebijakan PPKM Level 4 yang diberlakukan juga dirasakan manfaatnya oleh Joniansah. Karyawan di salah satu kantor milik pemerintah itu mengaku bisa menikmati libur tahun baru Islam yang diundur. Ia memilih menikmati suasana kota Bandar Lampung yang sejuk dengan bersepeda. Selain bersepeda ia masih bisa olahraga di lapangan Saburai, Enggal untuk lari santai.
“Karena penyekatan pada sejumlah ruas jalan kendaraan melintas terbatas, udara lebih sejuk, tidak bising,” ulasnya.
Polusi lingkungan oleh suara, udara kotor kendaraan dan sampah sebut Joniansah bisa dikurangi. Meski berdampak pada sejumlah pelaku usaha PPKM Level 4 bisa menjadi indikator kebersihan kota. Ia bahkan menyebut sejumlah jalan lebih bersih imbas mobilitas warga dibatasi. Hujan yang mengguyur sebutnya ikut mengurangi polusi dan debu yang menempel di pepohonan.
Rudiansah, pedagang di Jalan Sriwijaya, Enggal menyebut ia bisa menikmati udara lebih sejuk. Namun dampak pengalihan arus kendaraan jalan menjadi lebih macet. Akses menuju ke taman Gajah sebutnya disekat agar warga tidak melakukan kegiatan. Dampaknya usaha kuliner telur gulung miliknya tidak seramai kondisi normal. Sebagian warga yang akan menikmati suasana taman gajah dominan memakai motor.
“Kendaraan yang melintas harus memilih jalan altermatif agar bisa menuju ke Taman Gajah,” bebernya.
Penerapan PPKM Level 4 secara tidak langsung mengurangi volume sampah. Kondisi itu diakui Sobari, salah satu petugas Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup. Bertugas mengambil kontainer berisi sampah, dominan berisi sampah rumah tangga. Sebelumnya sampah didominasi asal sejumlah pusat perbelanjaan. Pengurangan sampah ada di titik pembuangan sementara Jalan Saleh Raja Kusuma Yuda.
Sebagian sampah sebutnya akan dibuang ke TPA Bakung untuk pemprosesan akhir. Sebagian sampah berupa kantong plastik alami peningkatan volume. Ia menduga tingkat konsumsi masyarakat memakai sistem take away, belanja dari rumah mendorong sampah plastik meningkat. Kesadaran membuang pada tempat sampah meminimalisir tumpukan sampah liar dan membuang di sungai.