Lima Momen Tak Terlupakan Cabang Renang Olimpiade Tokyo

Perenang Afrika Selatan, Tatjana Schoenmaker (kedua kanan), diselamati para pesaingnya setelah memenangi medali emas sekaligus memecahkan rekor dunia gaya dada 200m putri dalam Olimpiade Tokyo 2020 di Tokyo Aquatics Centre, Tokyo, Jepang, Jumat (30/7/2021) - Foto Ant

JAKARTA – Cabang olahraga renang Olimpiade Tokyo, berakhir pada Minggu (1/8/2021) ini. Amerika Serikat berada di puncak tabel perolehan medali. Perenang putra AS, Caeleb Dressel, berhasil mencuri perhatian. Demikian pula dengan perenang putri Australia, Emma McKeon, yang mencetak sejarah sebagai perenang pertama yang meraih tujuh medali dalam satu Olimpiade yang sama.

Selain dua bintang tersebut, sejumlah nama juga berhasil memanaskan Tokyo Aquatics Center. Dan berikut lima momen renang yang tak terlupakan di Olimpiade Tokyo. Yang pertama adalah, duel antara, Ledecky versus Titmus. Persaingan Katie Ledecky versus Ariarne Titmus, menjadi yang terseru karena keduanya berduel di tiga nomor. Dan perenang Australia,  Titmus, unggul lebih dulu.

Dia sukses menjatuhkan perenang Amerika Serikat, Ledecky, di nomor gaya bebas 400m. Namun, dia membutuhkan waktu tercepat kedua untuk melakukannya. Dia kemudian mengungguli Ledecky, untuk nomor 200m, sebelum atlet berusia 24 tahun itu membalasnya.

Ledecky, tetap menjadi ratunya jarak jauh, dan Titmus tidak bisa menyentuhnya pada nomor 800m. Meskipun sudah mengikuti Olimpiade untuk ketiga kalinya, Ledecky, telah berencana untuk bertanding di Paris pada 2024 dan bahkan Los Angeles empat tahun kemudian. Artinya akan ada lebih banyak duel dengan Titmus.

Kemudian catatan kedua adalah, Caeleb Dressel, menambah ketenarannya di Tokyo, dengan memenangi lima medali emas, untuk mengukuhkan dirinya di deretan nama teratas dalam cabang olahraga renang. Bukan tujuh medali, seperti yang diharapkan banyak orang, yang akan menempatkan namanya sejajar dengan Michael Phelps dan Mark Spitzz.

Perenang Amerika Serikat, yang memenangi dua medali emas estafet di Rio 2016, memecahkan rekor dunianya sendiri dalam gaya kupu-kupu 100 m dan sama-sama dominan dalam merebut nomor ganda gaya bebas 50-100. Dia menambahkan dua medali estafet, yang membuatnya bersinar lebih terang dari sebelumnya.

Catatan ketiga adalah, Tatjana Schoenmaker, memecahkan rekor dunia 200m gaya dada putri untuk mengklaim emas pertama Afrika Selatan di cabang olahraga renang sejak 1996. Perenang berusia 24 tahun itu, telah memenangi perak di nomor 100m dan mengancam rekor dunia 200m atlet Denmark, Rikke Moller Pedersen, di babak penyisihan. Namun, Schoenmaker, tidak membutuhkan bantuan dari ahli manikur untuk mencatat waktu 2 menit 18,95 detik di final dan memecahkan rekor dengan unggul 0,16 detik dari rekor, Moller Pedersen.

Catatan keempat ditorehkan Emma McKeon, yang datang ke Olimpiade Tokyo dan berhasil pulang dengan tujuh medali, yaitu empat emas dan tiga perunggu. Suatu prestasi yang tidak pernah diraih oleh perenang putri lain di satu Olimpiade. Perenang berusia 27 tahun itu menyebut, pencapaian tersebut nyata dan menghargai pengalaman, karena membantunya mencapai posisi yang belum pernah diraih orang lain sebelumnya.

Catatan kelima adalah, debut nomor baru estafet gaya campuran 4×100 m. Nomor tersebut menghidupkan suasana di Tokyo Aquatic Center, yang tanpa penonton, saat putra berpacu melawan putri, untuk pertama kalinya di Olimpiade. Empat perenang tim Inggris, yang terdiri atas Kathleen Dawson, Adam Peaty, James Guy dan Anna Hopkin finis dalam waktu 3 menit 37,58 detik, memecahkan rekor dunia 3:38,41 yang dibuat China tahun lalu.

Dalam pertandingan itu, Hopkin, unggul dalam gaya bebas dari si cepat AS, Dressel, yang menjad fakta yang disukainya. “Sangat keren mengatakan bahwa saya telah mengalahkan Dressel!” ujar Hopkin. (Ant)

 

Lihat juga...