Ini Cara Tepat untuk Pindah Tanam Monstera

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Monstera masih menjadi primadona bagi penggemar tanaman hias. Bentuk daunnya yang lebar dengan sobekan-sobekan alami, sebagai ciri khas menjadi daya tarik tersendiri bagi para penghobies.

Di lain sisi, layaknya tanaman hias lainnya, monstera juga memerlukan perawatan mulai dari sektor pencahayaan, penyiraman, kelembaban tanah, dan hal-hal lainnya. Termasuk juga kapan waktu yang tepat, untuk pindah tanam, khususnya jika menggunakan pot sebagai wadah tanam.

“Monstera masih menjadi pilihan utama, sebagai tanaman hias, baik indoor untuk menghiasi ruangan ataupun outdoor. Dengan ciri fisik yang lebar dan sobek alami, menjadikan tanaman ini terlihat unik dan menarik,” papar petani sekaligus pedagang tanaman hias, Sartono, saat ditemui di Semarang, Senin (9/8/2021).

Dipaparkan, perawatan lebih diperlukan jika tanaman tersebut di dalam pot, khususnya terkait penggunaan media tanam.

“Agar monstera bisa tumbuh subur dan cepat muncul daun baru, perlu digunakan media tanam yang tepat. Saya memilih menggunakan sekam bakar, pupuk kandang, lumut dan pasir. Tujuannya, agar media tanam ini bersifat porous, sehingga air bisa mengalir. Tidak tertahan dalam media tanam. Ini  penting sebab air yang tertinggal dalam pot, bisa mengakibatkan media tanam becek, sehingga akar tanaman bisa membusuk,” terangnya.

Bentuk daunnya yang lebar dengan sobekan-sobekan alami, sebagai ciri khas monstera, menjadi daya tarik tersendiri bagi para penghobies, Senin (9/8/2021). -Foto Arixc Ardana

Tidak hanya itu, setelah cukup lama ditanam, kemudian tanaman mulai tumbuh dan semakin besar, maka dibutuhkan pindah tanam.

“Pindah tanam atau ganti pot dilakukan, jika media tanam yang digunakan sudah tidak pourus lagi. Kemudian ukuran monstera juga semakin besar, sehingga kebutuhan nutrisinya juga semakin banyak. Ini perlu dilakukan pindah ke pot yang lebih besar. Selain itu, jika tanaman layu, atau lama tidak muncul daun baru, juga perlu dipindah tanam,” terangnya.

Proses pindah tanam tersebut, cukup mudah. Pastikan memilih pot yang lebih besar, kemudian media tanam yang cukup. “Sebaiknya dipindahkan pada sore hari, sebab jika pagi atau siang hari, tanaman akan mudah layu, karena terjadi penguapan. Sementara, pada sore hari, matahari sudah tidak terlalu terik, tanaman punya waktu semalaman untuk menyesuaikan diri,” tambahnya.

Monstera juga termasuk jenis tanaman yang merambat, penggunaan turus atau kayu penyangga untuk rambatan akar juga diperlukan. Apalagi jika ukurannya monstera semakin besar.

Sementara, penggemar monstera lainnya, Lukman Adi, saat ditemui di rumahnya di kawasan Tembalang Semarang, menjelaskan untuk proses pindah tanam monstera, diusahakan memilih pot yang berpori-pori.

“Monstera ini jenis tanaman yang suka lembab, namun tidak becek. Artinya, media tanam yang digunakan harus lembab, untuk itu diperlukan pot yang berpori, yakni memiliki lubang cukup banyak. Jika perlu, pot bisa diberi lubang sendiri, bisa menggunakan pisau, atau solder. Tujuannya agar air yang disiramkan, bisa langsung keluar,” terangnya.

Dijelaskan, meski monstera membutuhkan media tanam yang lembab, namun air yang menggenang dalam pot, bisa menjadi sumber penyakit. Termasuk akar busuk.

“Jadi media tanam dan pot yang digunakan, harus mendukung, sehingga saat disiram, air sepenuhnya bisa keluar. Jadi hanya membasahi media tanam saja, dan tidak tertinggal di dalam pot,” tambahnya.

Jangan lupa, saat pindah tanam, pastikan akar tanaman tidak ada yang patah, sehingga tanaman tidak stres. “Itu sebabnya,diperlukan media tanam yang porous tanpa tanah, agar nantinya memudahkan saat proses pindah tanam,” ucapnya.

Lukman menuturkan, setelah dipindah tanam, letakkan pot di tempat teduh terlebih dulu. Hal ini agar tanaman bisa beradaptasi dengan media tanam yang baru. “Media tanam yang lama juga tidak perlu dibuang, dapat digunakan kembali. Namun jangan lupa dicampur dengan pupuk terlebih dulu, sehingga nutrisinya tercukupi,” pungkasnya.

Lihat juga...