Indah dan Asrinya RTH Brontokusuman Ternoda Tumpukan Sampah
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
YOGYAKARTA — Ada yang nampak berbeda di salah satu sudut kampung Karangkunti, RT 47 RW 12 Kelurahan Brontokusuman Yogyakarta. Di tengah pemukiman padat penduduk dengan gang-gang sempit, sebuah taman kecil yang begitu rimbun dan asri nampak berdiri.

Sejumlah pepohonan langka mulai dari pohon Pule, Soga hingga Kesumba nampak ditanam rapi bersandingan dengan tanaman peneduh lainnya. Tak hanya itu, sejumlah bangku taman, gazebo hingga aneka wahana permainan anak menghiasi taman ini.
Setiap pagi dan sore hari, taman ini akan ramai oleh aktivitas warga kampung, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Selain bermain di sejumlah wahana permainan seperti prosotan dan jungkat-jungkit, mereka juga biasa bersantai sambil memanfaatkan internet gratis yang disediakan.
Taman ini biasa disebut Taman Brontokusuman, merupakan salah satu Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dibangun Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta di sejumlah lokasi sejak 2000 lalu. Selain berfungsi sebagai taman bermain anak dan ruang publik warga, taman ini juga dibangun sebagai tempat cadangan oksigen dan air, di tengah kota.
Dilengkapi dengan fasilitas toilet, sumur resapan air hujan, tempat sampah pilah hingga sanitasi biofil taman seluas 600 meter persegi ini juga dibangun dengan konsep ramah difabel.
Salah seorang warga setempat, Fina (16) mengaku senang dengan adanya taman Beotokusuman ini. Selain kerap memanfaatkan taman ini untuk bersantai, ia juga biasa menggunakan taman ini sebagai lokasi belajar karena terdapat fasilitas internet gratis.
“Ya bagus. Sangat mendukung. Karena dulu lahan ini hanya pekarangan biasa yang terbengkalai. Dengan dibuat menjadi taman seperti ini, bisa untuk bersantai dan berkumpul warga sekitar. Apalagi ada WiFi gratis,” ujar siswa SMP ini.

Sayangnya, tepat di depan lokasi taman Beotokusuman ini terdapat sebuah petak tanah/lahan milik warga yang penuh dengan sampah berserakan, dan seolah dibiarkan oleh warga.
Tak hanya mengganggu pemandangan, keberadaan sampah plastik hingga limbah rumah tangga ini menjadi pemandangan kontras dengan keberadaan taman atau RTH yang telah dibangun.
Ia berharap, hal ini menjadi perhatian serius dari masyarakat dan pihak terkait agar dapat menjaga keindahan dan keasrian taman tersebut.