Australia Tolak Tuntutan Cina Soal Pembicaraan Menlu

Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne berbicara kepada media saat konferensi pers di Gedung Parlemen di Canberra, Kamis, (9/4/2020). -Ant/Reuters

CANBERRA – Australia tidak akan menerima tuntutan Cina untuk mengubah kebijakan guna memulai kembali pembicaraan bilateral, kata Menteri Luar Negeri Marise Payne.

“Kami telah diberitahu oleh Cina, bahwa mereka hanya akan terlibat dalam dialog tingkat tinggi jika kami memenuhi persyaratan tertentu. Australia tidak memberikan persyaratan pada dialog. Kami tidak dapat memenuhi persyaratan (mereka) sekarang,” kata Payne, dalam pidatonya pada Kamis (5/8) malam di Canberra.

Hubungan dengan Cina yang sudah goyah setelah Australia melarang Huawei dari jaringan pita lebar 5G yang baru lahir pada 2018, makin mendingin setelah Canberra tahun lalu menyerukan penyelidikan independen tentang asal-usul pandemi virus corona, yang pertama kali dilaporkan di Cina tengah tahun lalu.

Cina merespons dengan mengenakan tarif pada komoditas Australia, termasuk anggur dan jelai, dan membatasi impor daging sapi, batu bara, dan anggur Australia.

Kedutaan Cina di Canberra tidak segera menanggapi permintaan komentar atas pidato Payne.

Terlepas dari ketegangan bilateral, Cina tetap menjadi mitra dagang terbesar Australia.

Dalam 12 bulan hingga Maret, Australia mengekspor barang senilai 149 miliar dolar Australia (sekitar Rp1.581 triliun) ke Cina, atau turun 0,6 persen dari tahun sebelumnya. Namun, ekspor telah didukung oleh harga yang kuat untuk bijih besi, komoditas tunggal terbesar dalam perdagangan dengan Cina. (Ant)

Lihat juga...