Zona Merah Covid-19, Beberapa Wilayah di Desa Pakutandang Ditutup

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BANDUNG — Sudah dua pekan terakhir, wilayah RT 04/RW 06 desa Pakutandang, kecamatan Ciparay, kabupaten Bandung, Jawa Barat ditetapkan sebagai kawasan zona merah Covid-19. Hingga saat ini, status tersebut belum dicabut.

Adin Miharja (kiri), Ketua RT 04/RW 06 Desa Pakutandang, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, saat menyalurkan bantuan paket sembako kepada pasien Covid-19 yang menjalani isolasi madiri, Selasa (20/7/2021) di Ciparay. Foto : Amar Faizal Haidar

Berbagai pengetatan kegiatan masyarakat dilakukan oleh pengurus RT dan RW setempat, salah satunya dengan melarang masuknya warga luar ke wilayah tersebut.

“Ini langkah yang kami jalankan sesuai arahan gugus tugas Covid-19 di tingkat desa. Tamu dari luar dilarang masuk, kecuali untuk urusan yang sangat penting,” kata Adin Miharja, Ketua RT 04/RW 06 saat dihubungi Cendana News, Jumat (23/7/2021).

Di samping itu, lanjut Adin, pihaknya juga terus mengintensifkan kegiatan penyemprotan cairan disinfektan dalam rangka mencegah penyebaran virus Covid-19 di wilayahnya.

“Kita pun mewajibkan semua orang yang berada di luar rumah untuk pakai masker. Kita edukasi sesama tetangga agar bisa saling menjaga diri, karena ketika kita menjaga diri, artinya kita juga menjaga keluarga dan tetangga kita yang lain, begitu pun sebaliknya, ketika kita abai, maka kita bisa mencelakai diri sendiri dan orang lain,” jelas Adin.

Sampai saat ini, Adin menyebut baru ada 1 orang yang positif terpapar Covid-19, meski begitu, menurut Adin, tidak menutup kemungkinan masih ada lagi yang terinfeksi, karena sebagian besar warga tidak melakukan tes PCR.

“Kalau gejala-gejala Covid-19 banyak yang merasakannya di sini, seperti demam, batuk, hilang penciuman. Tapi warga tidak berani tes Covid, dan merasa itu sakit biasa, faktor cuaca. Tapi bagi kami tetap, yang sakit jangan keluar, istirahat saja di rumah,” papar Adin.

Lebih lanjut, Dhani, warga setempat mengapresiasi langkah-langkah preventif yang dilakukan aparatur desa sampai ke tingkat RT dalam mencegah Covid-19.

“Untuk kebaikan bersama saya sangat mendukung dan apresiasi. Apalagi kita tahu semua kasus di Kabupaten Bandung ini angkanya juga tinggi,” tukas Dhani.

Namun terlepas dari itu semua, Dhani sejatinya mengaku sangat bosan dengan semua hal yang berkaitan dengan penyakit global tersebut.

“Saya kadang heran kok ini tidak selesai-selesai. Padahal di eropa, orang sudah tidak pakai masker di luar rumah, boleh berkerumun. Tidak tahu siapa yang salah, tapi sebagai warga, yang bisa kita lakukan hanya jaga diri sendiri saja, sisanya kita percayakan pada pemerintah, semoga bisa segera selesai, bosan kalau kelamaan,” pungkas Dhani.

Lihat juga...