Taman Kota Jadi Destinasi Wisata Favorit Selama PPKM Darurat
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
JEMBER — Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang membatasi aktivitas sarana nonesensial, tidak menyurutkan minat masyarakat untuk berwisata. Meski tidak dapat mengunjungi objek wisata, taman kota pun berubah menjadi destinasi wisata favorit.
Moh. Lutfi, warga Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, Jember, Jawa Timur mengatakan, aktivitas wisatawan untuk mendatangi tempat wisata saat ini terbatas. Wahana wisata hampir tidak ada yang diperbolehkan untuk dioperasikan.
“Semua tempat wisata belum ada yang tidak diperbolehkan buka untuk saat ini. Untuk menghilangkan kejenuhan, saya bersama keluarga memanfaatkan taman kota sebagai ajang refreshing,” ujar Moh. Lutfi kepada Cendana News, di Jember, Minggu (25/7/21).
Lutfi menambahkan, di taman kota, bisa bersantai, dan berolahraga untuk menghilangkan rasa jenuh di dalam rumah.
“Memilih taman kota sebagai tempat bersantai, akses yang harus dijangkau tidak jauh jaraknya dari rumah. Perlu untuk berhati-hati saat berada di luar rumah. Yang terpenting di tempat ini, bisa olahraga, dan berjemur, serta memantau anak bermain,” jelasnya.
Lutfi mengatakan, dampak dari dibatasi kegiatan olahraga dan bersantai di alun-alun Jember, menurutnya banyak warga yang berpindah ke taman kota.
“Di taman kota ini, pengunjung yang membawa anaknya bisa menikmati fasilitas permainan yang tersedia. Selain itu juga ada lapangan sepak bola yang bisa digunakan untuk berolahraga, demi meningkatkan daya imun kita,” terangnya.

Kesejukan taman kota yang banyak dinikmati oleh warga sekitar dirasa memiliki manfaat tersendiri oleh beberapa pedagang, salah satunya pedagang pentol telur gulung, Ahmad Busairi. Ia mengatakan, banyak pengunjung warga lokal yang datang membuat dagangan yang dijualnya laris didatangi pembeli.
“Mulai tadi pagi, pengunjung taman kota disini mulai banyak yang berdatangan. Tujuannya bermacam-macam, ada yang olahraga keliling lapangan sepak bola, ada juga yang mengantar atau mendampingi anaknya bermain,” ucapnya.
Busairi mengatakan, Kalau ada aktivitas masyarakat di sekitar taman, dagangannya banyak diburu oleh warga. Namun, apabila warga sepi, dagangan yang dirinya jual hampir sepi pemasukan yang didapatkan.