Perburuan Penyu di Cilacap Masih Tinggi
Editor: Koko Triarko
CILACAP – Beberapa jenis penyu masuk dalam habitat yang perlu dilindungi, misalnya penyu Lekang. Namun, perburuan penyu di Kabupaten Cilacap masih tinggi, yang salah satunya untuk dikonsumsi.
Koordinator Kelompok Konservasi Penyu Nagaraja Cilacap, Jumawan, mengatakan selain terperangkap jaring nelayan serta terkena baling-baling kapal, kematian penyu juga banyak disebabkan adanya perburuan dari masyarakat.
“Ada anggapan, bahwa mengkonsumsi penyu dapat meningkatkan stamina tubuh, sehingga masih banyak terjadi perburuan penyu di wilayah sini,” katanya, Rabu (28/7/2021).
Untuk meminimalkan perburuan penyu, Jumawan bersama anggota Kelompok Konservasi Penyu Nagaraja Cilacap, terus berupaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar akan pentingnya menjaga keberlangsungan habitat penyu. Masyarakat diminta melapor kepada petugas jika menjumpai ada perburuan penyu, terutama penyu yang jenisnya dilindungi.
“Kita harapkan adanya partisipasi masyarakat untuk melaporkan perburuan penyu, dan jika menemukan telur penyu di pantai masyarakat juga kita sarankan untuk menjaga telur penyu tersebut, atau memberikan kepada kelompok konservasi penyu untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya.
Jumawan memaparkan, secara medis anggapan daging penyu bisa meningkatkan stamina sudah dibantah dan hal tersebut hanyalah mitos saja. Namun, masih tetap ada masyarakat yang mempercayai mitos tersebut dan melakukan perburuan penyu.
“Dari gencarnya sosialisasi yang kita lakukan, sekarang sebagian masyarakat sudah mulai tumbuh kesadaran untuk turut menjaga kelestarian penyu,” kata Jumawan.
Bersama Kelompok Konservasi Penyu Nagaraja sebagai salah satu kelompok pelestari penyu di Cilacap, Jumawan terus berupaya untuk melestarikan penyu. Selain melakukan sosialiasi, kelompok konservasi tersebut juga melakukan penetasan telur penyu, pembesaran dan melepaskan penyu ke laut setelah besar.
Pelestarian penyu ini berlokasi di Desa Karangbenda, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, di sekitar Pantai Sodong.
“Kalau sekarang di lokasi konservasi kita ada sekitar 87 ekor penyu, dan 400 lebih telur penyu yang sedang kita tetaskan. Penyu-penyu tersebut merupakan jenis penyu Lekang yang dilindungi, jadi setelah agak besar akan kita lepas kembali ke laut,” terangnya.
Sementara itu, salah satu warga desa setempat, Slamet, menuturkan kesadaran masyarakat untuk menjaga telur penyu jika menemukannya sudah mulai tumbuh. Terlebih lagi, biasanya dari pihak koservasi penyu memberikan paket sembako untuk masyarakat yang menyerahkan telur penyu temuannya.
“Kalau menemukan telur penyu, kita langsung bawa ke tempat konservasi, biasanya kemudian kita diberi sembako sebagai ucapan terima kasih,” ucapnya.