Pembelajaran Daring Bisa Sebabkan Anak Menjadi Introvert

Editor: Makmun Hidayat

JEMBER — Proses pembelajaran via daring merupakan upaya memutus rantai persebaran Covid-19. Di sisi lain, aktivitas pembelajaran ini mengakibatkan anak menjadi introvert.

Kaprodi PG PAUD UNMUH Jember, Wahyu Dyah Laksmi,  mengatakan, sistem pembelajaran via daring selama satu tahun lebih masa pandemi Covid-19, mengakibatkan seorang anak cenderung lebih suka menyendiri.

“Hampir setiap hari, aktivitas anak didik hanya dapat berinteraksi via online. Dalam interaksi sosialnya sangat minim sekali,” ujarnya kepada Cendana News, d iwilayah Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Sumbersari, Jember, Kamis (29/7/2021).

Wahyu Dyah Laksmi saat ditemui di wilayah Kelurahan Sumbersari, Kamis (29/7/2021). -Foto Iwan Feri Yanto

Dyah menambahkan, minimnya interaksi anak dengan sesama temannya, maupun lingkungan sekitar mengakibatkan anak akan tumbuh menjadi introvert. Sebab ia akan lebih memilih asyik dengan dunianya sendiri dan dengan smartphone-nya.

“Perubahan anak terhadap lingkungan semakin terasa, bagaimana ia tidak bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Hal ini nantinya bisa membuat anak menjadi pemalu,” terangnya.

Selain membentuk anak menjadi introvert dan pemalu, lanjut Dyah, sistem pembelajaran via daring berdampak atas interaksi anak didik dengan gurunya sangat minim.

“Bagi anak didik SMA, mereka yang masih bisa merasakan pembelajaran tatap muka, akan memiliki emosional yang humanis dan lebih dekat dengan teman maupun gurunya. Sedangkan, bagi anak didik baru yang masuk selama pandemi dan lulus sekolah di masa pandemi, interaksi serta komunikasi dengan teman dan gurunya minim,” ungkapnya.

Dyah menambahkan, hal ini bisa berdampak, bahwa anak didik bisa tidak mengenali gurunya sendiri.

Rayya Haq, pelajar SMA, mengatakan, sistem pembelajaran via daring berdampak atas minimnya interaksi anak didik dengan gurunya. Hal ini disebabkan oleh waktu, maupun jadwal interaksi via daring yang kerap kali tertunda akibat gangguan sinyal.

“Ciri anak dalam belajar berbeda-beda, seperti anak yang perlu dilatih berulang-ulang agar paham, dan ada juga yang bisa langsung mengerti. Namun, perbedaan cara daya tangkap yang menghambat efektivitas pembelajaran via daring,” ungkapnya.

Lihat juga...