Pelaku UKM Keluhkan Perpanjangan Kebijakan PPKM

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Pemerintah menerapkan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga tanggal 2 Agustus 2021 mendatang. Pada masa perpanjangan kali, para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) tetap mengeluhkan kebijakan tersebut.

Salah satunya, Dian Kurniawati, pedagang ayam penyet khas Purworejo, Jawa Tengah mengaku mengalami penurunan omzet hingga 50 persen.

Terhitung sejak PPKM Darurat pada tanggal 3 Juli-20 Juli 2021, kemudian diperpanjang lagi hingga 25 Juli. Kebijakan itu menurutnya, membuat pelaku usaha menjerit karena sepi pembeli.

“PPKM Darurat, pembeli nggak boleh makan di tempat itu berdampak sepi hingga omzet turun 50 persen.Awal PPKM kan warung juga harus tutup hampir seminggu,” ujar Dian, kepada Cendana News ditemui di warungnya di Jalan Pertengahan, Jakarta Timur, Selasa (27/7/2021).

Dikatakan dia, meskipun kini kebijakan PPKM Level 4 memperbolehkan masyarakat makan di tempat selama 20 menit dengan protokol kesehatan (prokes). Tapi tetap saja masih sepi pembeli belum ada peningkatan signifikan.

“Pembeli yang makan di tempat masih jarang, omzet ya tetap turun. Tapi mau gimana lagi kondisi ini dirasakan semua pedagang. Ya disyukurin saja, saya masih dibolehin jualan,” tukas Dian.

Apalagi saat ini bahan dasar dagangan naik drastis, seperti ayam per ekornya sudah Rp 30 ribu per ekor, dari sebelumnya Rp 28 ribu per ekor.

Cabai rawit merah juga kembali naik di kisaran Rp 50 ribu per kilo dan tomat bertengker di harga Rp 20 ribu per kilo. “Bahan dasar naik terus, sementara harga sepotong ayam penyet masih Rp 15 ribu. Mau dinaikin takut makin nggak ada yang beli,” ujar Dian.

Antisipasi menjaring pembeli di tengah pandemi Covid-19, Dian mengandalkan pembeli online dengan memanfaatkan jasa ojol.

“Alhamdulillah pembeli online masih lumayan masih jadi andalan kita jualan. Mudah-mudahan pembeli yang datang juga  ramai lagi setelah kebijakan ini selesai dan harapannya virus corona berakhir,” ujarnya.

Demikian juga dengan Ilham, pedagang martabak di Jalan Kalisari 3, Jakarta Timur mengaku mengalami penurunan omzet 30 persen selama PPKM Darurat yang kemudian diperpanjang.

“Agak sepi, omzet juga turun 30 persenan. Saya berharap jangan diperpanjang lagi kebijakannya. Cari duit terasa susah, harga bahan-bahan juga naik,” ujar Ilham, Selasa sore (27/7).

Ilham, pedagang martabak ditemui di warungnya di Jalan Kalisari 3,, Kelurahan Kalisari, Jakarta Timur, Selasa (27/7/2021) sore. -Foto: Sri Sugiarti

Berbagai varian rasa martabak disajikan, mulai rasa klasik seperti cokelat kacang wijen dan keju hingga isi pisang, nutella dan lainnya.

“Martabak klasik Rp 5000 perloyang kecil, yang rasa keju dan pisang Rp 7000. Harga masih terjangkau. Tapi karena kondisi ekonomi lagi susah, ya tetap terdampak usaha kami ini,” tukasnya.

Begitu juga dengan Asep, pedagang bihun telur goreng mengatakan sejak pandemi Covid-19 melanda Maret 2020, berdampak pada usahanya.

Biasanya dia mangkal di SMA Kartini, Jalan Puskesmas Kalisari, Jakarta Timur. Namun sejak proses belajar daring, termaksa ia harus berjualan keliling kampung.

Hingga omzet pun kata dia, turun 50 persen. Saat mangkal di depan sekolah, dalam sehari bisa menghabiskan telur ayam hingga 7 kilo sebagai bahan dasar dagangannya.

Namun di tengah kondisi Covid-19 ditambah kebijakan PPKM yang diperpanjang. Maka dalam sehari cuma menghabiskan telur sebanyak 3 kilogram.

“Sekarang ini cari duit halal saja susah banget, meskipun jualan keliling juga. Tapi ya mau gimana lagi, kalau nggak jualan nggak bisa bayar kontrakan dan ngebulin dapur. Yang penting mah nggak diuber-uber Satpol PP,” ujar Asep.

Selama PPKM Darurat, ketiga pedagang ini tetap menjalani aturan. Seperti Dian, yang biasa tutup pukul 21.00 WIB, beralih jadi pukul 20.00 dan buka pukul 12.00 WIB. Adapun Ilham, setiap hari buka usahanya pukul 15.00-21.00 WIB. Dalam kondisi ini usahanya tutup pukul 20.00 WIB.

“Kalau saya mah keluar jam 11.00 WIB, jam 18.00 WIB pulang aja, dagangan masih ada juga. Capai keliling, pembelinya juga sepi,” pungkas Asep.

Lihat juga...