Puskesmas Ketapang ‘Jemput Bola’ Vaksinasi Warga hingga Pelosok Dusun

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Maksimalkan kehadiran warga prioritas penerima vaksin Covid-19, UPT Puskesmas Ketapang, Lampung Selatan lakukan sistem jemput bola hingga pelosok dusun. 

Samsu Rizal, Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang menyebut melakukan penjemputan pada warga prioritas hingga pelosok dusun. Penjemputan dilakukan petugas Babinsa Koramil 03 Penengahan, petugas Kecamatan Penengahan.

Mobilisasi antar jemput sebut Samsu Rizal dilakukan untuk memberikan vaksin berdasarkan prioritas. Sasaran prioritas yang diberi vaksin sebutnya dari kalangan masyarakat lanjut usia (lansia) yang berusia di atas 60 tahun. Prioritas sebutnya diberikan kepada ratusan warga dari sebanyak 17 desa. Lansia sebutnya merupakan kelompok rentan karena kekebalan tubuhnya menurun seiring bertambahnya usia.

Samsu Rizal menyebut warga tidak perlu khawatir, sebab vaksin jenis Sinovac yang diberikan aman. Program vaksinasi Covid-19 terus digalakkan menyesuaikan ketersediaan dosis vaksin corona yang diberikan kepada kelompok target. Khusus di wilayah Ketapang sebutnya masuk tahap ketiga setelah tahap pertama, kedua menyasar pelayan publik. Pelayan publik yang divaksin meliputi tenaga kesehatan, aparatur desa, TNI/Polri.

“Pemberian vaksin dilakukan bertahap jadi warga yang belum memperolehnya bisa menunggu jadwal menyesuaikan target prioritas untuk meningkatkan kekebalan komunitas menyesuaikan dengan ketersediaan dosis vaksin yang diberikan kepada kelompok target seperti yang direncanakan sebelumnya,” terang Samsu Rizal saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (25/6/2021).

Samsu Rizal, Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang, Lampung Selatan saat ditemui, Jumat (25/6/2021). -Foto Henk Widi

Samsu Rizal menyebut prioritas selain pelayan publik, lansia, sejumlah warga juga akan mendapat jadwal pemberian vaksin. Target sasaran penerima vaksin sebutnya meliputi guru, pedagang dan sejumlah pekerja transportasi publik. Pemberian pada kaum prioritas sebutnya agar mereka terlindungi lewat vaksinasi sehingga laju penyebaran virus dapat diturunkan.

Samsu Rizal menyebut menyiapkan sebanyak 5 tim vaksinator yang bertugas. Target sasaran sebanyak 300 lansia dari sekitar 17 desa di Kecamatan Ketapang. Para penerima vaksin sebutnya akan dilakukan selama dua kali dijadwalkan dengan jarak penyuntikan 2 kali. Vaksin Sinovac sebutnya disuntikkan dengan rentang jarak penyuntikan 14 hari dengan dosis 0,5 ml perdosis.

“Warga yang menerima akan kembali dihubungi dua pekan mendatang untuk menerima dosis kedua, ” terang Samsu Rizal.

Sasaran bagi masyarakat umum sebutnya secara teknis akan dilakukan tahap selanjutnya. Samsu Rizal menyebut pemberian vaksin bagi target prioritas merupakan program Kementerian Kesehatan melalui Pemkab Lamsel. Ia juga menyebut pemberian vaksin dilakukan bekerjasama dengan Polri yang akan merayakan HUT Bhayangkara. Sebanyak 1000 dosis akan diberikan untuk warga berdasarkan skala prioritas.

Sejumlah lokasi penerimaan vaksin Covid-19 sebutnya berada di Balai Desa Bangunrejo, Balai Desa Sumur, Balai Desa Sukabaru, aula GSG Kecamatan Penengahan, Balai Desa Sukabaru, Totoharjo dan Bakauheni. Jumlah penerima sasaran vaksin sebutnya menyesuaikan jumlah vaksin tersedia. Ia memastikan semua warga akan mendapat vaksin dengan jadwal yang telah ditentukan.

“Warga yang sudah dan belum menerima vaksin harus tetap memperhatikan protokol kesehatan terutama memakai masker, jaga jarak,” ulasnya.

Samsu Rizal menyebut warga tetap harus memperhatikan protokol kesehatan saat kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro.  Pelaksanaan PPKM mikro dilakukan sejak 22 Juni hingga 5 Juli mendatang. Kedisiplinan protokol kesehatan sebutnya dilakukan dari lingkup keluarga. Warga yang memakai masker kain sebutnya harus rutin mencucinya agar bisa dipakai ulang dan tetap bersih.

Bagi pengguna masker sekali pakai, Samsu Rizal menyebut harus membuangnya ke kotak sampah. Ia menyebut masker yang masuk kategori sampah medis harus dibuang agar tidak mengganggu kesehatan lingkungan. Kegiatan keagamaan, sosial masyarakat sebutnya tetap wajib mengikuti aturan pemerintah daerah. Kedisiplinan tersebut menjadi cara pencegahan Covid-19 paling efektif.

Sudarto, salah satu warga lansia berusia sekitar 65 tahun, warga Desa Bangunrejo menyebut menerima vaksin tahap pertama. Ia mengaku bekerja sebagai petani membuat ia jarang berinteraksi dengan banyak orang. Meski demikian faktor usia yang dianggap rentan membuat ia bersedia diberi vaksin sinovac. Ia mengaku pola hidup sehat dan kegiatan bertani menjadikan fisiknya tetap prima.

Sudarto bilang ia mendapat panggilan untuk menerima vaksin Covid-19 dua hari sebelum pelaksanaan penyuntikan. Petani yang tidak memiliki kendaraan dan tinggal jauh dari balai desa mengaku dijemput memakai mobil oleh petugas. Usai menerima vaksin ia juga tetap diantarkan oleh Babinsa Koramil 03 Penengahan dan petugas kecamatan. Usai divaksin ia mengaku tetap akan melakukan aktivitas rutin sebagai petani di sawahnya.

Lihat juga...