Omzet ‘Warung Kita’ Cilongok Rp70 Juta per Bulan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BANYUMAS – Meski baru berjalan kurang dari empat bulan, unit usaha ‘Warung Kita’ yang dikelola Koperasi Utama Sejahtera Mandiri di Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah, diketahui mengalami perkembangan sangat pesat.

Dibuka sekitar bulan Maret 2021 lalu, omzet penjualan unit usaha koperasi berupa kafe ini tercatat terus meningkat.

Manajer usaha ‘Warung Kita’ Cilongok, Sigit Priono, mengatakan, pada masa awal operasional ini, omzet usaha kafe bernama Bulus Pepe ini bahkan telah mencapai Rp60-70 juta per bulan.

Manajer Usaha ‘Warung Kita’ Cilongok, Sigit Priono, dijumpai Cendana News, Senin (14/6/2021) – Foto: Jatmika H Kusmargana

“Meski baru dibuka, perkembangan usaha kafe ini cukup bagus dan bisa dikatakan sudah stabil. Rata-rata dalam sehari, omzet kita mencapai Rp2 juta per hari atau sekitar Rp60-70 juta per bulan. Jumlah ini tercatat terus meningkat dari bulan pertama dan kedua yang berkisar Rp30-50 juta per bulan,” katanya.

Selain mampu menjadi sumber pendapatan koperasi, adanya unit usaha ‘Warung Kita’ berupa kafe ini juga memberikan dampak positif bagi masyarakat. Khususnya dalam menyerap tenaga kerja serta mengurangi angka pengangguran di tingkat desa.

“Dengan adanya warung ini, sejumlah anak muda di desa yang sebelumnya menganggur paling tidak jadi bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan. Sampai saat ini sudah ada sebanyak 13 orang warga yang bekerja di kafe ini. Sehingga mereka tidak perlu bekerja merantau ke luar daerah,” ungkapnya.

Tak hanya itu, unit usaha ‘Warung Kita’ berupa kafe ini juga berupaya mengangkat potensi kuliner di Desa Cilongok dengan menampilkan produk-produk unggulan desa. Di antaranya kopi lokal Cilongok serta makanan tradisional Cimplung.

Suasana unit usaha ‘Warung Kita’ berupa kafe Bulus Pepe di Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah, Senin (14/6/2021) – Foto: Jatmika H Kusmargana

“Lewat kafe ini kita berupaya mengangkat produk lokal berupa kopi Cilongok. Paling tidak setiap 2-3 hari sekali, kita bisa menghabiskan sekitar 1 kilogram kopi yang dihasilkan petani. Memang jumlahnya belum tinggi, karena memang produksi yang dihasilkan petani juga masih kecil,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Yayasan Damandiri menetapkan Desa Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah sebagai desa binaan Yayasan Damandiri sejak 2018 lalu.

Lewat program Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML), Yayasan Damandiri melakukan berbagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan gelontoran dana mencapai miliaran rupiah.

Salah satunya adalah dengan membentuk unit usaha ‘Warung Kita’ berupa kafe Bulus Pepe sejak 4 bulan lalu.

Lihat juga...