Olah Limbah Ternak Jadi Pupuk Cegah Pencemaran

Editor: Koko Triarko

PURBALINGGA – Banyaknya  peternakan sapi, kambing dan ayam dimanfaatkan Kelompok Tani Bina Sejahtera bersama warga Desa Nangkod, Kecamatan Kojobong, Kabupaten Purbalingga, untuk memproduksi pupuk organik. Selain menghemat biaya pupuk, hal tersebut juga dimaksudkan untuk menjaga lingkungan.

Ketua II Kelompok Tani Bina Sejahtera, Kusmi Haryanto, mengatakan di desanya bahan baku pupuk organik melimpah, sehingga ia bersama anggota kelompok tani berinisiatif untuk membuat pupuk organik. Dalam sebulan, produksi pupuk organik yang dihasilkan bisa mencapai 20 ton.

“Selain untuk mencukupi kebutuhan pupuk kompos, pemanfaatan kotoran hewan ini juga untuk menjaga lingkungan sekitar, karena banyaknya kotoran hewan jika dibiarkan akan mengganggu kesehatan lingkungan juga,” katanya, Rabu (23/6/2021).

Untuk pembuatan pupuk organik, Kusmi Haryanto bersama petani lainnya menggunakan komposisi kotoran ayam 25 persen dan campuran kotoran sapi serta kambing 75 persen. Setelah dicampur secara merata, kemudian dilakukan fermentasi dengan menggunakan bakteri. Proses ini memakan waktu sekitar 10 hari.

Lebih lanjut, Kusmi menjelaskan saat ini para petani lebih suka menggunakan pupuk organik. Selain harganya lebih murah dibandingkan pupuk kimia, bahan-bahan untuk pembuatan pupuk organik  juga lebih mudah diperoleh. Kelebihan lainnya adalah pupuk organik lebih ramah lingkungan, aman bagi tanaman serta menyuburkan tanah.

Dari sisi konsumsi hasil pertanian, saat ini masyarakat  juga mempunyai kecenderungan untuk mengkonsumsi sayuran serta buah-buahan organik, karena lebih sehat untuk tubuh. Secara otomatis, harga sayuran dan buah organik juga lebih mahal.

“Melihat banyaknya manfaat dari pupuk organik, maka kita optimis produksi pupuk kita akan laku dan diminati di pasaran. Untuk sekarang kita sedang penjajagan memasarkan pupuk organik kepada para petani sayuran di Dieng, Banjarnegara, dan para petani durian di Kecamatan Kemranjen, Banyumas,” jelasnya.

Petani lainnya, Muritno, mengaku memiliki peternakan ayam yang cukup banyak, sehingga pembuatan pupuk kompos menjadi solusi untuk mengolah kotoran ayam tersebut. Sebab, jika dibiarkan atau dibuang begitu saja, kotoran ayam akan tetap menimbulkan bau yang mengganggu lingkungan sekitar.

“Sebelum diolah menjadi pupuk organik ini, beberapa tetangga memang sudah ada yang protes terkait bau kotoran ayam, karena jumlahnya cukup banyak. Namun setelah mulai diolah menjadi kompos, kotoran ayam setiap hari teratasi dan tidak sampai mengganggu lingkungan sekitar,” ucapnya.

Lihat juga...