Miliki Hobi Otomotif, Andi Ciptakan Alat Penghemat Bahan Bakar
Editor: Maha Deva
Inovasi tersebut didapatkan, enam tahun lalu bersama rekannya yang bernama Pak Taufik. Berdua, membuat sistem yang diberi nama Mikrokarbon (HC) crek system. Pembuatannya, terinspirasi berita dan bacaan media online, tetapi ketika itu alatnya hanya untuk penghemat BBM sepeda motor. Kemudian, muncul ide untuk dikembangkan ke kendaraan roda empat. Hingga akhirnya membuat inovasi di komunitas mobil, dan infovasi kedelapan ini, mulai diaplikasikan menuju go green.

“Saat ini kendaraan terus berkembang sampai ke kendaraan listrik untuk mengurangi polusi. Akhirnya coba menginovasikan lagi, untuk mendukung program go green, karena ini lebih prospek dan masih diterima kedepannya karena alat Hidro Power ini mampu mengurangi polusi, hemat BBM dan membuat CO2 pada kendaraan lebih rendah,” tukasnya.
Alat tersebut, telah diuji dengan dipasang di ratusan mobil. Pemasaran dilakukan dari mulut ke mulut, dengan menyasar anggota komunitas mobil. Alat tersebut, juga dipasarkan secara online. Cara kerja hidro power pada intinya adalah, mengambil uap bensin yang biasa terbuang di tanki bahan bakar, untuk dikelola menjadi semacam hidrogen untuk masuk ke bahan bakar. Alat yang namanya katalis, di pasang spesifik di dekat knalpot, karena alat ini harus panas agar bisa bekerja maksimal. “Jika ditanya sudah banyak terjual, ya terutama di wilayah Kalimanten Selatan, Riau dan Sulawesi Selatan. Alhamdulillah semua tidak ada yang konflin,” jelasnya.
Saat ini, Pemkot Bekasi mulai melirik karya warganya tersebut, dengan melakukan uji coba pemasangan di beberapa unit kendaraan. Seperti milik Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto. Setelah uji coba, Pemkot Bekasi akan menjadikan produk karya anak daerahnya itu menjadi solusi untuk mengurangi polusi udara di wilayahnya.
“Ini adalah persembahan Inovatif ditengah pandemi oleh anak Bekasi, mampu menciptakan alat penghemat bahan bakar yang saat ini mahal. Hal lain alat temuan tersebut juga jadi salah satu solusi lingkungan hidup terjaga,” ujar Tri Adhianto, saat melihat langsung pemasangan alat penghemat BBM di kendaraan miliknya.
Hasil dari pemasangan alat tersebut, sudah mendapatkan uji emisi, menggunakan alat milik Dinas Perhubungan Pemkot Bekasi. Hasilnya, sebelum dipasang hidro power ukuran CO2 yang dikeluarkan sebesar 0,25. Dan setelah dipasangi, menjadi 0,01. Namun demikian hasil uji coba ini akan dievaluasi lagi. “Alat tersebut akan jadi persembahan Kota Bekasi untuk Indonesia yang lebih hijau, semoga ke depan, bisa diterima di pasaran. tapi awalnya tentu diuji coba dulu untuk kendaraan di Kota bekasi, sebagai bentuk sosialisasi,” tandasnya.
Ketua Organda Kota Bekasi, Amat Juaini, ikut menyaksikan uji coba temuan tersebut. Dia mengakui, alat temuan putra Bekasi itu akan sangat membantu pengemudi dan pemilik kendaraan niaga. “Jika setelah uji coba di beberapa kendaraan berhasil, maka Organda bersama Pemkot Bekasi akan memasarkan produk tersebut sebagai pendukung program go green. Terutama pada angkutan kota, truk dan kendaraan niaga lainnya,” pungkasnya.