Korban Bencana di Lebak Harap Huntap Segera Dibangun
LEBAK – Warga Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, meminta pemerintah segera merealisasikan pembangunan hunian tetap (huntap) untuk korban bencana alam awal 2020 itu.
“Kami sekarang bersama lima anak terpaksa tinggal di saung, karena rumah hilang terseret banjir bandang,” kata Ema Erat (55), warga Banjar Irigasi, Kabupaten Lebak, Sabtu (16/9/2021).
Bencana awal 2020 membawa kesengsaraan karena rumah miliknya bersama belasan rumah lainnya hilang, setelah disapu banjir bandang. Karena letaknya berdekatan dengan aliran Sungai Ciberang.
“Namun, beruntung bencana itu tidak menimbulkan korban jiwa, katanya.
Saat ini, warga yang kehilangan tempat tinggalnya sebagian kembali ke rumah orang tua maupun kerabat yang selamat dari bencana alam itu. Tetapi, sebagian lainnya warga korban bencana alam menyewa atau mengontrak rumah.
“Kami sudah berlangsung setahun lebih masih tinggal di saung gubuk sambil menunggu bantuan huntap itu,” katanya, menjelaskan.
Begitu juga korban bencana alam lainnya, keluarga Eno Suganda (45), mengatakan dirinya kini tinggal bersama warga di hunian sementara (huntara) yang dibangun lembaga kemanusian Aksi Cepat Tanggap (ACT).
Mereka tinggal di Huntara Kampung Tangguh Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, dengan jumlah 61 kepala keluarga (KK).
“Kami tentu tidak merasa betah jika terus kelamaan tinggal di sini”, katanya.
Menurut dia, masyarakat korban bencana alam sangat mendambakan relokasi ke tempat yang lebih aman, nyaman dan sehat dengan diberikan bantuan huntap.
Sebab, jika tinggal di huntara itu tentu tidak memiliki ketenangan dan kenyamanan. Karena itu, dirinya berharap pemerintah segera merelokasi warga yang terdampak bencana untuk mendapat bantuan huntap.
“Kami merasa senang jika pemerintah menyediakan huntap di tempat relokasi baru itu,” katanya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Pebby Rizki Pratama, mengatakan pemerintah daerah kini masih mencari lokasi untuk pembangunan huntap bagi masyarakat yang terdampak bencana alam.
Mereka warga yang terdampak banjir bandang dan longsor di Kecamatan Lebak Gedong, Cipanas, Sajira, Curug Bitung, Maja dan Cimarga.
Namun, kata dia, bencana alam tersebut masuk kategori terparah di Kecamatan Lebak Gedong dan Sajira, hingga ratusan rumah tersapu banjir bandang dan longsor.
Pemerintah daerah menargetkan pada 2021 bisa direalisasikan pembangunan huntap bagi warga yang terdampak bencana alam pada 2020. “Kami rencana membangun bantuan huntap sebanyak 378 unit rumah,” katanya. (Ant)