Asam Segar Pindang Serani Bandeng Bisa Dibuat Sendiri

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Pindang Serani Bandeng memang asli dari Semarang, Jawa Tengah. Namun karena rasanya yang asam segar dan banyak disukai, menu ikan ini pun bisa dibuat sendiri.

Lies Dahoeri, ibu paruh baya yang menyukai kegiatan memasak, menyebutkan memasak pindang serani sama sekali tidak susah.

“Kalau yang asli Semarang, ya ikannya memang Bandeng kayak begini. Tapi, kalau mau dimodifikasi dengan ikan lain juga tidak masalah. Rasanya bisa dipaskan dengan lidah yang makan. Karena itu, pindang serani menjadi makanan yang banyak digemari, gampang dibuat sesuai yang mau makan,” kata Lies, saat ditemui di kawasan Depok, Sabtu (26/6/2021).

Ciri khas pindang serani adalah rempahnya dan kesegaran yang didapatkan dari belimbing wuluh.

Lies Dahoeri, penggemar Pindang Serani Bandeng saat acara keluarga di wilayah Depok, Sabtu (26/6/2021) – Foto Ranny Supusepa

“Bumbunya biasa aja, bawang putih, bawang merah, jahe, kunyit, cabai, serai. Semuanya diiris saja. Jangan digiling, supaya kuahnya tidak keruh. Ditumis hingga layu dan muncul wangi, baru dimasukkan air, tunggu mendidih,” paparnya.

Untuk ikan bandengnya, setelah dipotong sesuai selera dan dicuci bersih, dilumuri dulu dengan perasan jeruk nipis. Diamkan sekitar 25 menit, supaya jeruk nipis meresap.

“Kalau airnya sudah mendidih, baru bandeng, tomat dan belimbing wuluh dimasukkan. Biarkan hingga ikan matang. Baru ditambah gula dan garam sesuai selera,” paparnya lagi.

Ia menyatakan, pindang serani paling enak dimakan saat baru matang. “Kan masaknya tidak membutuhkan waktu lama. Paling lama 30 menit. Jadi, enaknya pas mau makan baru dimasak. Nanti dimakan pas lagi hangat,” tuturnya.

Lies menyebutkan, bagi yang tidak menyukai ikan bandeng, bisa diganti dengan jenis ikan lain sesuai selera.

“Ada yang tidak suka ikan bandeng, karena tulangnya banyak. Ada juga yang memang hanya penyuka ikan laut. Ya, tinggal diganti saja ikannya. Ada yang menggunakan ikan tuna atau ikan kembung. Tapi, memang akan ada perubahan cita rasa sedikit. Ka,n rasa tiap ikan berbeda,” ucap wanita yang sudah memiliki sembilan orang cucu ini.

Fajar, salah seorang cucunya, menyatakan sangat menyukai pindang serani. “Mau ikannya apa aja, tidak masalah. Yang penting dimasak pindang,” tuturnya.

Rasanya yang pedas dan segar, membuat makanan ikan ini cocok dimakan dengan nasi hangat dalam berbagai suasana. “Kadang-kadang kuahnya malah duluan habis. Karena suka aja kuahnya diminum begitu tanpa nasi,” pungkasnya.

Lihat juga...