Aktivitas Menyehatkan, Cara Warga Lamsel Hindari Covid-19

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Kegiatan produktif dan menyehatkan dilakukan oleh sejumlah warga di Lampung Selatan (Lamsel) selama pandemi. Aktivitas produktif harian sebagai petani, pekebun dan nelayan tangkap dilakukan sebagai kegiatan fisik menyehatkan.

Wantini, salah satu warga Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni menyebut menghabiskan banyak waktu di kebun. Membersihkan gulma rumput membuatnya banyak terkena sinar matahari.

Wantini bilang dengan kearifan lokal ia menyebut menjaga kesehatan dengan “uprek” atau selalu aktif. Melakukan kegiatan fisik selalu dilakukan olehnya dengan membersihkan halaman, mencari kayu bakar, membersihkan rumput kebun.

Menjalankan kegiatan fisik sebutnya menjadikan tubuhnya selalu berkeringat saat terkena sinar matahari langsung. Ia mengaku jarang terkena penyakit.

Saat berada di kebun, Wantini bilang tak pernah memakai masker, sebab udara di kebun cukup bersih. Selama setahun terakhir ia selalu menerapkan langkah pencegahan sesuai anjuran pemerintah.

Anjuran tersebut di antaranya memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan. Ia bahkan menggunakan ramuan herbal untuk menjaga daya tahan tubuh.

“Kegiatan di kebun yang kerap dilakukan bersama warga dari satu desa sekaligus menjadi cara meminimalisir interaksi dan mobilitas. Tetap bekerja di kebun juga bisa menghasilkan namun juga tetap menjaga kesehatan yang dilakukan sederhana oleh warga pedesaan,” terang Wantini saat ditemui Cendana News, Jumat (25/6/2021).

Wantini menyebut menunggu jadwal untuk mendapatkan vaksin. Rencananya vaksin akan dilakukan serentak pada Sabtu (26/6/2021). Sebagai upaya melakukan pencegahan pada penyakit ia bahkan mengurangi bepergian keluar daerah.

Tanpa berinteraksi dengan banyak orang ia menyebut hasil panen cabai tetap bisa dijual ke pengepul. Kegiatan produktif dilakukan olehnya dengan menjaga kesehatan.

Menjaga interaksi juga dilakukan oleh Nurahman, warga Desa Gandri, Penengahan. Meski tetap bisa berinterksi sosial dengan orang lain, ia mengisi waktu dengan kegiatan produktif.

Cara yang dilakukan sebutnya dengan menekuni pembuatan bonsai di sela-sela kegiatan bertani. Saat masa pemupukan jagung, ia bisa mengisi waktu luang dengan merawat bonsai.

Perawatan bonsai sebutnya dilakukan bersama sejumlah bunga lain. Kegiatan tersebut tetap memberi hasil dengan menjual bunga ke pehobi. Membuat bonsai, menyambung bunga (grafting) diakuinya memberi dampak positif. Selain sebagai pengusir stres, ia bisa menyalurkan hobi tersebut tanpa berinterksi dengan orang lain.

“Hasil bunga dan bonsai bisa dijual melalui cara online sehingga tetap menghasilkan sekaligus menjaga kesehatan,” sebutnya.

Merawat tanaman sebutnya kerap dilakukan di luar ruangan, terkena sinar matahari. Kegiatan yang melibatkan gerakan badan itu memberi dampak positif baginya. Terlebih desanya ditetapkan sebagai zona merah penyebaran Covid-19.

Sebab salah satu warga terkonfirmasi positif Covid-19 meninggal. Cegah interaksi sosial ia memilih mengisi aktivitas harian dengan membuat bonsai.

Kegiatan fisik yang menghasilkan tetap dilakukan Sutikno, warga Desa Berundung, Kecamatan Ketapang. Ia mengaku menjaring ikan di rawa, tepi sungai jadi kegiatan fisik menyehatkan namun menghasilkan.

Ia mengaku interaksi dengan orang lain bisa diminimalisir. Meski demikian ia bisa tetap mencari bahan pangan untuk keluarganya dengan menangkap ikan.

“Imbauan dari pemerintah gencar dilakukan, namun warga tetap bisa produktif salah satunya mencari ikan,” ulasnya.

Pembatasan interaksi dengan tetap produktif diakui Samsu Rizal, Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang.

Samsu Rizal, Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang, Lampung Selatan, Jumat (25/6/2021) – Foto: Henk Widi

Ia menyebut Covid-19 varian delta yang masuk Indonesia sebutnya bisa jadi cara untuk menyadarkan pentingnya disiplin protokol kesehatan. Meski sebagian warga telah mendapatkan vaksin, namun ia menyebut warga tetap harus menjaga diri dari potensi penyebaran Covid-19.

Kegiatan produktif namun menyehatkan sebut Samsu Rizal tetap dilakukan. Bagi warga pedesaan menanam padi, membersihkan gulma dan kegiatan pertanian jadi kegiatan produktif namun menyehatkan.

Kegiatan tersebut menjadi pengganti olahraga yang selama ini dilakukan. Kegiatan berbelanja yang kerap dilakukan dengan interaksi langsung bisa dibatasi dengan memanfaatkan potensi di sekitar pekarangan.

“Kebutuhan sayuran bisa dipenuhi dengan memanen hasil kebun yang menyehatkan,” ulasnya.

Pembatasan interaksi sosial sebutnya jadi cara efektif untuk mencegah Covid-19. Kegiatan ekonomi masyarakat di pasar, kegiatan keagamaan dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan ketat.

Sejumlah warga yang menjadi target prioritas penerima vaksin di antaranya kaum lanjut usia, pedagang, dan pekerja kesehatan juga tetap harus menjaga kesehatan.

Lihat juga...