Kelompok Pecinta Ikan Koi Jember Sukses Produksi Pakan Sendiri

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JEMBER — Bertujuan untuk menghemat pengeluaran dari kebutuhan biaya pakan dari ikan koi, kelompok koiji di wilayah Jalan Danau Toba, Kelurahan Tegal Gede, Kecamatan Sumbersari, Jember malah mendapat untung dari upaya mereka.

Moch. Musta’anul, salah satu pemilik budidaya ikan hias koi mengatakan, semula hanya sekedar hoby, namum saat ini lebih banyak memproduksi budidaya ikan hias jenis koi. Semakin bertambah jumlah ikan yang dikembangkan, maka kebutuhan terhadap pakan juga ikut bertambah.

“Bertambahnya jumlah persediaan pakan yang dibutuhkan menyebabkan biaya yang dikeluarkan meningkat,” ujar Moch. Musta’anul kepada Cendana News, di wilayah Jalan Danau Toba, Kelurahan Tegal Gede, Kecamatan Sumbersari, Jember, Selasa(18/5/21).

Upaya meminimalisir terhadap peningkatan biaya kebutuhan pakan, Anul mengatakan, dirinya bersama kelompok pencinta ikan koi membuat produksi pakan sendiri. Bekal yang didapatkan juga ada keterlibatan dari salah satu kelompok pecinta ikan koi tersebut.

“Terkait tentang produksi pakan ikan koi, kita saling bekerja sama. Seperti bagaimana caranya agar dapat membuat pakan yang dibutuhkan. Karena pakan merupakan faktor penting dalam membentuk pertumbuhan ikan koi,” ucapnya.

Anul menambahkan, dalam memproduksi sebagian pakan ikan, harus disesuaikan dengan kebutuhan dari ikan yang ada. Seperti ikan koi, makan dibutuhkan pakan yang dapat membuat pertumbuhan ikan tersebut maksimal, yakni dari segi warna hingga ukuran.

“Pakan ikan koi yang telah kami produksi berdasarkan kebutuhan dari ikan tersebut. Semisal untuk kebutuhan atas pertumbuhan ikan yang besar, kira-kira dibutuhkan sekitar 15 persen lebih kandungan protein di dalam pakan tersebut. Namun, apabila sasaran yang diinginkan lebih menonjolkam corak warna terhadap ikan, makan kandungan protein yang dibutuhkan di bawah 15 persen, serta dicampur dengan beberapa bahan lainnya yang cukup,” ungkapnya.

Dalam membuat produksi pakan ikan koi, beberapa bahan yang dibutuhkan adalah, tepung ikan, bahan makanan yang mengandung protein untuk ikan. Sebagai pewarna dibutuhkan bubuk rumput laut alami.

“Bahan yang baik akan mempengaruhi kualitas produksi pakan yang dihasilkan. Salah satunya, pakan ikan yang baik dari hasil produksi yakni saat dituangkan kedalam air, pakan tersebut akan mengambang. Apabila mengambang produksi pakan yang dihasilkan baik,” ucapnya.

Selama menghasilkan produksi Pakan ikan koi sendiri, anul mengatakan biaya yang dikeluarkan minim sekali. Menurutnya, setiap hari dirinya dapat memproduksi pakan ikan koi sebanyak 50 kilogram.

“Selain untuk kebutuhan pakan untuk sendiri. Hasil produksi pakan juga dijual kepada orang yang membutuhkan. Seperti pedagang ikan hias, maupun perorangan. Harga per kilogram yang ditawarkan Rp10.000 apabila pembeli datang langsung ketempat. Namun untuk harga pasar nantinya, per kilogram kisaran Rp15.000,” ujarnya.

Anul mengatakan, hasil untung yang dipatkan saat ini berasal dari penjualan pakan ikan dan dari penjualan ikan koi sendiri.

Arifin, Salah satu penggemar ikan hias jenis koi mengatakan, dirinya lebih tertarik pada ikan koi jenis kosai. Selain harga yang lebih murah, saat dijual kembali peminatnya masih ada.

“Untuk kebutuhan khusus yang biasa saya jual kembali, lebih memilih ikan koi jenis kosai. Karena jenis ikan tersebut peminatnya masih banyak, dan untuk harganya juga cukup terjangkau,” ucapnya.

Lihat juga...