Wisata di Banyumas Kembali Dibuka, Bisnis Kuliner Mulai Ramai

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BANYUMAS — Sejak tempat wisata di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah mulai dibuka dan beroperasi kembali, banyak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sektor kuliner yang sangat terbantu. Terutama yang berlokasi di sekitar kawasan wisata, omset mereka mulai naik karena banyak wisatawan yang datang.

Seperti yang terlihat di warung-warung makan yang banyak bertebaran di sekitar Lokawisata Baturaden. Sebelum tempat wisata dibuka, mereka hanya beroperasi selama setengah hari dan masakan juga dikurangi.

“Sudah dua minggu terakhir ini mulai ramai wisatawan, sehingga warung makan juga ramai, sekarang kita buka sampai petang hari,” kata Anwar, pemilik salah satu warung makan di kawasan Lokawisata Baturaden, Selasa (9/3/2021).

Warung miliknya menyediakan berbagai menu tradisional yang banyak disukai oleh wisatawan. Mulai dari ikan lembutan, ikan mujair, hingga aneka sayuran khas pedesaan, seperti sayur pakis, sayur genjer dan lain-lain.

Anwar mengaku, selama tempat wisata ditutup, warung makannya sangat sepi. Sehingga banyak menu makanan yang dikurangi. Pembeli hanya berasal dari warga sekitar saja, padahal selama ini konsumen andalan warungnya adalah wisatawan.

“Semoga saja, tempat wisata tidak ditutup lagi, karena banyak sekali yang kehilangan penghasilan, bukan hanya warung makan, tetapi juga tukang parkir, penjual souvenir dan lain-lain. Ekonomi di kawasan wisata seperti lumpuh,” harapnya.

Sementara itu, salah satu wisatawan di Lokawisata Baturaden, Dian mengatakan, ia sudah lama sekali ingin makan di warung-warung tradisional di sekitar Lokawisata Baturaden. Menurutnya, warung makan di tempat tersebut, mempunyai rasa yang khas dan menu makanan yang disediakan juga sangat khas.

“Sayur pakis ini hanya ada di sini, kalau di warung makan wilayah perkotaan tidak ada dan cara memasaknya mungkin juga ada teknik tersendiri, sehingga rasanya sangat khas,” tuturnya.

Selain warung makan, pembukaan tempat wisata kembali, juga dirasakan penjual makanan lain yang mangkal di tepi jalan menuju kawasan wisata. Meskipun hanya berjualan makanan dengan gerobak, namun penjualannya juga meningkat. Hal tersebut karena banyaknya tukang parkir serta warga sekitar yang juga mulai melakukan aktivitas di sekitar tempat wisata.

“Pelanggan saya kebanyakan tukang parkir, ibu-ibu penjual baju dan souvenir, tukang ojek dan sebagian wisatawan juga ada yang makan di sini, karena murah meriah,” kata Wagino yang berjualan nasi rames dengan aneka lauk-pauk.

Kawasan wisata Baturaden memang mulai ramai dikunjungi, beberapa rombongan bus wisatawan sudah mulai terlihat berdatangan. Meskipun belum seramai seperti sebelum pandemi, namun kedatangan rombongan wisatawan tersebut sudah mampu membangkitkan sektor perekonomian di kawasan wisata tersebut.

Lihat juga...