Terserang Hama, Harga Cabai di Banyumas Kembali Melambung
Editor: Mahadeva
PURWOKERTO – Harga cabai di Kabupaten Banyumas kembali melambung, setelah petani cabai di daerah tersebut banyak yang gagal panen. Cabai rawit merah, saat ini harganya tembus Rp100 ribu per-kilogram (kg).
Sedangkan untuk cabai merah, harganya masih dikisaran Rp40.000 per-kg. Kenaikan harga cabai ini sebenarnya sudah terjadi sejak dua pekan terakhir, namun harga tertinggi mulai sekitar tiga sampai empat hari lalu.
Sebelumnya, harga cabai rawit biasanya hanya Rp35.000 per-kg, kemudian naik menjadi Rp50.000 per-kg. Dan naik kembali hingga Rp65.000 per-kg. Terakhir, harganya sudah tembus Rp100.000 per-kg. “Kenaikan tertinggi sekarang ini sampai Rp100 ribu per kilogram. Kenaikan harga cabai ini sudah dari pemasoknya, sehingga kita pedagang di pasar hanya mengikuti saja,” kata salah satu pedagang cabai di Pasar Wage Purwokerto, Mohammad Rifai, Sabtu (13/3/2021).

Para pedagang mengaku mendapat banyak protes dari pembeli, karena kenaikan harga tersebut. Beberapa pembeli, yang biasanya membeli dalam jumlah banyak, akhirnya memilih mengurangi porsi pembelian. Kondisi tersebut menyebabkan para pedagang cabai juga cemas, karena daya tahan cabai tidak lebih dari lima hari, setelah itu jika tidak laku akan busuk.
“Pembeli yang biasanya membeli satu kilogram, sekarang hanya beli seperempat kilo, bahkan beberapa warung makan langganan saya, juga mengurangi pembelian cabai,” tutur Rifai.
Rifai mengaku, terpaksa harus mengurangi stok pembelian cabai kepada pemasok, karena khawatir cabai akan busuk karena pembelian menurun dratis. “Biasanya dalam satu hari bisa sampai 30 kilogram cabai terjual, sekarang hanya separuhnya saja, jadi stok juga saya kurangi,” katanya.
Salah satu pembeli, Eli Yana mengatakan, cabai memang menjadi kebutuhan pokok, karena kalau masak tidak pakai cabai tentu hambar. Namun, ia mensiasatinya dengan mengganti sebagian cabai dengan merica yang juga mempunyai rasa pedas.
“Pedasnya memang beda, antara padas cabai dengan merica, tetapi bagaimana lagi, harga cabai sekarang mahal. Kalau beli banyak, takutnya busuk, kemudian uang belanja juga harus dibagi untuk membeli kebutuhan dapur lainnya, jadi beli cabainya dikurangi,” tuturnya.
Memasuki Maret, harga cabai memang cenderung fluktuatif. Hal tersebut dikarenakan terkadang curah hujan masih tinggi dan banyak tanaman cabai yang terserang hama. Kondisi tersebut merata di beberapa kabupaten di sekitar Banyumas. Dampakanya pasokan cabai menurun dan harga melonjak.