Sembilang Goreng Sambal Mentah Rampai Kuliner Khas Pesisir Lamsel
Editor: Makmun Hidayat
LAMPUNG — Pantai pesisir Timur Lampung Selatan jadi salah satu penghasil bahan olahan kuliner salah satunya ikan sembilang. Lela, salah satu warga Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi menyebut ikan sembilang kerap disebut lele laut.
Ikan dengan nama ilmiah Plotosidae itu kerap jadi bahan olahan kuliner dalam kondisi segar dan awetan. Ikan sembilang yang diolah setelah diawetkan sebut Lela bisa menjadi opor, sambal.
Dalam kondisi segar ikan tersebut bisa diolah dengan cara digoreng kering cukup disajikan dengan sambal. Ikan sembilang sebutnya mudah diperoleh dari area pertambakan, muara sungai dan tepi pantai Timur Lamsel. Ia mendapatkan satu kilogram sembilang dari nelayan pemasang bubu.
Setelah dibersihkan, Lela menyebut akan membersihkan bagian perut. Agar tidak amis ia merendam ikan sembilang yang telah dipotong memakai air jeruk nipis. Setelah lima belas menit direndam ia mencampurkan penyedap rasa, garam agar lebih gurih. Proses penggorengan ikan sembilang memakai minyak panas agar lebih garing atau crispy saat disajikan.
“Ikan sembilang memiliki ciri khas daging yang tebal sehingga bagian badan harus dikerat agar saat digoreng bisa lebih garing dan nikmat untuk disajikan dengan memakai sambal matah atau mentah untuk memadukan kerenyahan daging ikan dan kesegaran sambal,” terang Lela saat ditemui Cendana News, Sabtu (13/3/2021).

Setelah proses penggorengan ikan sembilang, Lela bilang tahap cukup penting menyiapkan sambal. Sembari menunggu nasi matang, sambal dibuat dari tomat jenis rampai. Tomat dengan ciri khas bulat menyerupai cery itu dipilih yang muda, kuning dan merah agar rasa bervariasi. Selain tomat rampai ia menyediakan bawang merah, bawang putih, cabai rawit, garam dan penyedap rasa.
Proses mengulek sambal matah atau mentah sebutnya cukup mudah. Cobek dari batu dengan pengulek dari kayu disiapkan. Cuci bersih semua bahan tomat, bawang merah, cabai yang akan diulek. Setelah semua bahan diulek menjadi sambal tambahkan sedikit perasan jeruk nipis atau belimbing wuluh. Kelezatan sambal mentah akan semakin terasa dengan tambahan daun kemangi.
“Masyarakat pesisir pantai dominan berprofesi sebagai petambak sehingga bahan baku bisa diperoleh dari area tambak,” cetusnya.
Cabai rawit, tomat rampai sebut Lela kerap diperoleh dari tanggul petak tambak. Penanaman dengan sistem organik tanpa bahan kimia membuat sambal disajikan mentah aman dikonsumsi. Kombinasi rasa dominan kecut, pedas menjadi teman menikmati ikan sembilang goreng. Cuaca yang panas di area tambak menjadikan aktivitas makan lebih lezat.
Ayu, sang rekan menyebut makan bersama di area tambak dengan sistem bancakan jadi hal biasa. Kearifan lokal penyediaan ikan sembilang sambal mentah dilakukan saat panen udang vaname. Penyiapan hidangan itu kerap diperuntukkan bagi pekerja panen udang. Kaum wanita akan menyediakan hidangan ikan goreng sembilang sambal mentah.
“Kaum wanita akan ikut menikmati ikan sembilang goreng sambal mentah yang lezat di gubuk pada area tambak,” terang Ayu.
Menu sederhana yang disajikan sebut Ayu cukup dengan ikan sembilang goreng, nasi hangat dan sambal mentah. Sensasi menikmati ikan sembilang goreng menurutnya akan lebih nikmat disajikan saat panas. Seusai digoreng dengan daging masih panas dan sensasi krispi atau renyah akan menambah kelezatan. Menu itu kerap disajikan tengah hari agar berkeringat saat mengonsumsinya.
Hasanah, salah satu ibu rumah tangga di Desa Bandar Agung menyebut sambal mentah dari tomat rampai sangat diminati. Sambal khas dengan tomat ukuran kecil dan cabai rawit itu kerap jadi sajian olahan ikan goreng. Proses pengolahan dengan cara diulek akan menciptakan sensasi yang nikmat. Rasa kecut berpadu dengan pedas menggugah selera terutama saat disantap bersama sembilang goreng.