Lontong Tahu Blora, Perpaduan Pas Bumbu Kacang dan Sayuran
Editor: Makmun Hidayat
SEMARANG — Jika Kota Semarang dikenal dengan kuliner tahu gimbal, maka lontong tahu menjadi makanan khas Kabupaten Blora. Untuk menikmatinya, tidak perlu harus pergi sejauh 127 kilometer ke arah timur dari Kota Semarang, karena ada banyak penjual kuliner tersebut di ibukota Provinsi Jawa Tengah ini.
Salah satunya, di warung lontong tahu blora Bunda Nita, di kawasan Banyumanik Kota Semarang. Meski rumah makan tersebut, terletak puluhan kilometer dari Blora, namun dipastikan cita rasa yang disajikan tidak berbeda.
“Berbeda dengan tahu gimbal, lontong tahu Blora tidak memakai gimbal atau peyek udang, namun diganti dengan telur tahu. Selain itu, makanan ini juga tidak menggunakan petis udang, seperti pada tahu gimbal, namun bumbu khas dari Blora,” papar Bunda Nita, sebagai pemilik warung saat ditemui di sela berjualan, Sabtu (13/3/2021).

Sesuai dengan namanya, kuliner tersebut menggunakan tahu putih sebagai bahan utama. Tahu yang sudah dipotong kotak dadu, dicampur bersama telur ayam, kemudian digoreng. Sementara siapkan bahan lainnya, seperti irisan kol, lontong, tauge mentah, tahu goreng. Kemudian disiram dengan bumbu sambal kacang, baru diberi telur tahu yang sudah digoreng.
“Bumbu sambal kacangnya berbeda, tidak pakai petis udang, namun air rebusan dari daun salam, serai, gula merah, garam. Sementara, untuk sambal kacangnya juga sudah diberi bumbu seperti bawang putih, daun jeruk dan cabai rawit secukupnya, dihaluskan atau di ulek bersama kacang tanah goreng,” ungkapnya.
Bumbu kacang ini disiramkan pada bahan-bahan lontong tahu Blora yang sudah tertata. Selain itu masih ditambah irisan bawang merah goreng dan daun seledri. Ciri lainnya, kacang goreng utuh juga disertakan pada lontong tahu.
“Rasanya berbeda dengan tahu gimbal, namun meski beda namun sama-sama enak dan segar,” tambahnya.
Sementara, salah seorang pembeli, Sodikin, mengaku meski bukan warga asli Blora, namun dirinya menjadi salah satu penggemar lontong tahu khas daerah tersebut.
“Rasanya segar, manis, pedas, karena pakai air jeruk nipis juga. Tidak terlalu berat, dibanding dengan tahu gimbal, jadi meski porsinya besar, tetap bisa habis sekali makan karena enak dan segar tadi,” terangnya.
Hal hampir senada juga disampaikan penggemar lainnya, Bambang Zein. Diungkapkan, perpaduan antara tahu telur, tauge mentah dengan bumbu sambal kacang, menghasilkan perpaduan cita rasa yang pas.
“Memang ada perbedaan jika beli langsung di Blora, bukan dari citarasanya, namun dari cara penyajian. Kalau beli di Blora, selain menggunakan piring, juga dilandasi dengan daun pisang atau daun jati saat disajikan, jadi ada sensasi tersendiri,” pungkasnya.