Pelaku UMKM di Sikka Kesulitan Akses Dana Bantuan Pemerintah
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
MAUMERE – Para pelaku Usaha Kecil, Mikro dan Manengah (UMKM) serta Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) banyak yang kesulitan mendapatkan akses untuk memperoleh dana Bantuan Pemerintah Untuk Usaha Mikro (BPUM).

“Kami dari asosiasi pelaku usaha saja sampai sekarang tidak mengetahui bagaimana cara mengakses bantuan dana ini,” sebut Sherly Irawati, Ketua Asosiasi Pelaku Usaha Kecil dan Manengah serta Ekonomi Kreatif Kabupaten Sikka (AkuSikka) saat ditemui Cendana News di tempat usahanya di Kelurahan Kabor, Kota Maumere, Selasa (16/3/2021).
Sherly menyebutkan, untuk bantuan dana BPUM di 2020 saja pihaknya hanya mengetahui melalui media online dan asosiasi pun memberitahukannya kepada anggotanya untuk mendaftar sendiri secara online.
Dia menjelaskan, bantuan dana untuk 2020 saja, banyak pelaku usaha yang mengeluh, karena meskipun sudah terdaftar dan namanya tertera sebagai penerima bantuan tetapi dana sulit dicairkan.
“Banyak pelaku usaha yang kesulitan mencairkan dana bantuan. Kita juga bingung kenapa bisa terjadi padahal nama mereka sudah terdaftar menjadi penerima dana bantuan,” ungkapnya.
Sherly mengeluhkan tidak adanya informasi mengenai dana bantuan dari pemerintah pusat ini kepada para pelaku usaha termasuk di dalam asosiasinya sehingga banyak pelaku usaha tidak mendaftar.
Ia tegaskan, seharusnya dinas terkait yang mengurus bantuan dana bekerjasama dengan asosiasi pelaku usaha dan koperasi agar bisa didata dan dimasukan nama-nama pelaku UMKM dan Ekraf.
“Sampai sekarang pun katanya ada dana bantaun lagi tapi kami juga tidak mengetahui bagaimana proses pengurusannya. Staf dari Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Sikka juga belum menginformasikan,” ucapnya.
Sementara itu, salah seorang pelaku usaha Elisia Digma dari berharap pemerintah mendata secara pasti para pelaku usaha UMKM dan Ekraf di Kabupaten Sikka dan membuatkan kartu anggota.
Menurut Elis sapaannya, pendaftaran ini penting dilakukan agar bisa diketahui secara pasti jumlah pelaku usaha UMKM dan Ekraf yang ada di Kabupaten Sikka dengan jenis-jenis usahanya.
“Harus dilakukan pendaftaran terhadap pelaku usaha UMKM dan Ekraf yang ada ada sesuai jenis usahanya. Jadi apabila ada bantuan dari pemerintah maka datanya sudah tersedia dan tinggal dikirimkan saja,” pesannya.
Elis mengakaui, sebagai pelaku pariwisata yang berprofesi sebagai pemandu wisata, dirinya pun membuka usaha penjualan kopi dalam kemasan dan memelihara ternak.
“Sektor pariwisata mati suri akibat tidak adanya wisatawan asing yang berkunjung ke Flores akibat pandemi Corona. Untung saya mempunyai usaha kecil-kecilan sehingga bisa memperoleh pendapatan meskipun jumlahnya kecil,” ungkapnya.