Harga BBM Pertalite Turun Untungkan Pelaku Usaha di Bandar Lampung
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
LAMPUNG — Kebijakan penurunan harga bahan bakar jenis Pertalite oleh PT Pertamina untungkan sejumlah pelaku usaha di Bandar Lampung. Sebanyak 27 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kota Bandar Lampung menjalankan program langit biru. Harga perliter Pertalite semula Rp7.850 menjadi Rp6.450 perliter.
Marsudi, salah satu pelaku usaha angkutan perkotaan (angkot) menyebut penurunan harga mencapai Rp1.400 perliter. Normalnya untuk kapasitas tanki penuh sebanyak 30 liter ia harus mengeluarkan Rp235.500. Namun dengan adanya penurunan harga ia bisa membelinya seharga Rp193.500. Ia bisa menghemat sebesar Rp42.000 untuk kapasitas tangki penuh.
Bagi pelaku usaha transportasi, Marsudi bilang nilai Rp42.000 cukup menguntungkan. Sebab dengan ongkos Rp3.000 untuk rata rata penumpang siswa sekolah ia bisa mendapat 14 penumpang.
Ia menyebutkan, penurunan harga pertalite cukup membantu karena selama pandemi Covid-19 jumlah penumpang berkurang. Memiliki langganan siswa sekolah, saat pandemi ia hanya mengangkut penumpang umum.
“Bahan bakar yang dikeluarkan untuk trayek dalam sehari bisa mencapai belasan liter bisa tertutup dengan adanya penumpang, namun selama pandemi jumlah berkurang apalagi sebagian beralih ke kendaraan berbasis online,” terang Marsudi saat ditemui Cendana News, Selasa (16/3/2021).
Marsudi bilang sebagai pengemudi angkot diskon harga BBM pertalite turun seharga premium. Sebab premium dijual dengan harga sama Rp6.450 perliter.
Marsudi, yang menunggu pembelian BBM pertalite di SPBU 2435242 Teluk Betung mengaku program itu sangat membantu. Sebab ia bisa melayani transportasi masyarakat yang masih mengandalkan angkot. Pelanggan tetap sebutnya dominan pelaku usaha kecil pedagang pasar. Sejumlah warga yang tidak memiliki aplikasi masih mengandalkan angkot untuk bepergian.
“Angkot masih jadi pilihan bagi warga, meski harga pertalite turun namun ongkos tetap mulai Rp3.000 hingga Rp5.000 untuk jarak dekat,” cetusnya.
Winarni dan Romlan, warga Teluk Betung menyebut promo dari perusahaan plat merah cukup membantu warga. Sebagai pelaku usaha penjualan sayuran keliling, Winarni bilang memilih memakai pertalite untuk menjaga performa mesin. Ia kerap menghabiskan bensin rata rata dua liter perhari untuk berkeliling. Penurunan harga sebutnya akan membantu efesiensi biaya operasional.
“Saat pertalite harganya turun maka saya pilih pertalite dibanding premium sehingga kondisi mesin baik, tidak mudah rusak,” cetusnya.

Salah satu operator dispenser, Nurhayati di SPBU 2435239 Jalan Yos Sudarso, Teluk Betung, Bandar Lampung mengaku antusiasme warga cukup tinggi. Setiap hari stok bisa mencapai 16 Kiloliter untuk kebutuhan kendaraan umum.
Program pemberian diskon untuk harga pertalite di sebanyak 27 SPBU di kota Bandar Lampung sebut Nurhayati sudah berlangsung sejak Minggu (14/3/2021). Ia mengaku program itu masih akan dijalankan hingga waktu yang belum ditentukan dan akan dievalusai. Namun minat masyarakat cukup tinggi dengan pengalihan memakai pertalite dari premium.
“Pasokan pertalite akan selalu dikirim kembali dari depot untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” sebutnya.
Mariam, pedagang oleh oleh kemplang di seputaran stadion Pahoman bilang harga BBM pertalite turun dukung usahanya. Memiliki usaha menjual oleh oleh dengan sistem keliling dan mangkal cukup terbantu harga BBM turun. Bagi pelaku usaha yang memakai kendaraan untuk berdagang secara mobile bisa menekan biaya operasional. Ia berharap harga yang turun bisa dipertahankan selama masa pandemi Covid-19.