NGOH Bekasi Bersihkan Puluhan Kubik Sampah di Jembatan Rengas Kali Sadang
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
BEKASI — Puluhan kubik sampah yang terbawa hanyut oleh banjir dan mengendap di jembatan Rengas, perbatasan antara Kelurahan Wanasari dengan Desa Wanajaya, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mulai dibersihkan.

Pembersihan di Jembatan Rengas tersebut dimotori oleh NGOH Bekasi, salah satu wadah gabungan dari KPA Ranting yang selama ini fokus di Lingkungan Hidup wilayah setempat. Mereka melibatkan berbagai pihak untuk bersama membersihkan sampah.
Meliputi Trantib Kecamatan Cibitung, Polsek, Koramil, Pokdar Cibitungdan warga sekitar lokasi. Pembersihan sampah yang menyumbat di Jembatan Rengas di lakukan secara manual tetapi hanya menggunakan tali, alat pelampung tanpa dibantu alat berat.
“Pengangkatan dari Kali Sadang di Jembatan Rengas dilakukan dengan cara manual dan menggunakan alat seadanya seperti tali. Secara bergantian turun ke kali memungut sampah kemudian ditarik dengan tali,” ungkap Wangki Saputra, Ketua NGOH Bekasi, kepada Cendana News, Rabu (10/3/2021).
Dikatakan sampah mencapai puluhan kubik, diangkut secara manual. Fokus awal, membersihkan sumbatan yang mengganggu aliran Kali Sadang yang tertumpuk di Jembatan Rengas yang didominasi sampah rumah tangga.
Menurutnya, Kali Sadang adalah aliran dari beberapa Kali di wilayah Cikarang, seperti dari kawasan MM dan Jatiwangi. Sampah tersebut bukan dari warga sekitar, tetapi dibawa arus saat debet air tinggi beberapa waktu lalu.
“Diperkirakan sampah yang menyumbat mencapai dua dum truk, satu dump truk sudah terangkut. Sehari, pembersihan di Jembatan Rengas dipastikan selesai,” ungkap Bang Wangki.
Kedepan lanjut Wangki, NGOH Bekasi, akan melakukan kegiatan rutin di sekitar Cibitung untuk memantau sampah yang ada di Kali Sadang. Bahkan jika perlu ada jadwal rutin dilakukan bersama relawan untuk menjaga kebersihan.
“Ini juga bentuk edukasi kepada warga agar tidak membuang sampah sembarang di kali. Tentu harus dicontohkan, jika ada yang membersihkan maka akan terbangun kesadaran sendiri di masyarakat,” imbuhnya.
Wahyu Satpol PP Cibitung, menambahkan bahwa di lapangan pengangkutan sampah karena dilakukan secara manual tanpa ada peralatan maksimal, sehingga memakan waktu.
“Untung orang yang membantu ramai, jadi agak cepet. Ini murni sampah rumah tangga karena minimnya kesadaran untuk tidak membuang sembarangan,” tukasnya.
Ia berharap ada kesadaran dari masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan demi menjaga lingkungan. Terutama di Kali, karena berdampak pada penyumbatan dan mengganggu biota air tentunya.