Hutan Bambu Jaga Lingkungan dan Bermanfaat Ekonomi

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Keunggulan pohon bambu dalam menjaga konservasi lingkungan di Lampung Selatan, tidak diragukan lagi. Bahkan, keberadaan hutan bambu juga memberikan manfaat ekonomi.

Rido Imanuloh, pengurus Lembaga Pengelolaan Hutan Desa Pematang, Kecamatan Kalianda, menyebut bambu menjadi penunjang kehidupan. Masyarakat pedesaan menggunakan bambu untuk bangunan rumah dan perabotan. Selain itu, juga unggul dalam menjaga ekosistem air.

“Vegetasi bambu dominan jenis talang (Schizistachyum brachyladum). Jenis bambu lain berupa ori, apus, tumbuh bersama vegetasi lain di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cecakhah Way Pekhos. Bambu dan konservasi ekosistem air tidak bisa dipisahkan. Selain mendatangkan nilai ekonomi, potensi sebagai tanaman konservasi dirasakan manfaatnya oleh warga,” terang Rido Aminuloh, saat dikonfirmasi Cendana News, Rabu (10/3/2021).

Menurutnya, pengelolaan kawasan hutan Register yang sebagian menjadi hutan desa, termasuk menjaga bambu. Mempertahankan bambu memberi manfaat menjaga kerapatan tanah, tanah menjadi stabil dan tidak mudah erosi. Cadangan air tanah saat kemarau tetap terjaga, ditambah aliran Cecakhah Way Pekhos mengalir sepanjang waktu.

Rido Aminuloh, pengurus Lembaga Pengelolaan Hutan Desa Register 3 Gunung Rajabasa Desa Pematang, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, memperlihatkan selang air untuk kebutuhan air bersih warga, Rabu (10/3/2021). -Foto: Henk Widi

“Menjaga konservasi bambu di kawasan hutan desa sebagai sarana penghijauan, beriringan dengan upaya menjaga ekosistem air dan mencegah kelangkaan bambu, manfaatnya warga bisa tetap mendapat pasokan air serta mencegah longsor di daerah aliran sungai,” terang Rido Aminuloh.

Sebagai salah satu tanaman endemik, sebagian spesies bambu yang tumbuh di kawasan hutan desa, dimanfaatkan. Khusus untuk mencegah longsor, sebagian batang bambu talang dipakai untuk membuat penahan tanah. Akses jalan ke kawasan Cecakhah Way Pekhos sebagai wisata tirta, diberi pagar bambu. Terjaganya konservasi bambu, sekaligus menjaga kualitas udara bagi lingkungan.

Keberadaan vegetasi bambu yang terjaga, juga diakui Mutohirin, ketua Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Desa Pematang. Miliki fungsi ekologis secara ekonomis keberadaan vegetasi bambu menjadi penambah estetika. Sebagian jenis bambu selama puluhan tahun dimanfaatkan masyarakat sekitar hutan. Pemanfaatan bambu, dilakukan dengan pola penebangan selektif.

“Jenis bambu berukuran besar dan tua kerap digunakan untuk membuat gubuk di kebun, menjadi bumbung alat penampung nira aren dan talang air pengganti pipa,”cetusnya.

Sistem perakaran yang sangat rapat, sebut Mutohirin, membuat bambu menjadi pagar alami. Tanaman yang tumbuh di dekat Cecakhah Way Pekhos, mempercantik kawasan yang dijadikan objek wisata tersebut. Keberadaan vegetasi bambu, pepohonan langka sekaligus menjadi wahana edukasi sektor kehutanan. Sistem perhutanan sosial yang dijaga, menjadi sumber ekonomi masyarakat.

Pengelolaan hutan kawasan register 3 Gunung Rajabasa dalam wilayah desa, dilakukan secara terintegrasi. Warga dilarang melakukan penebangan pohon tanpa izin. Sejumlah tanaman produktif bisa dimanfaatkan, tanpa menebang. Sistem pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) telah disepakati warga. Sebab, kelestarian jangka panjang, terutama konservasi air sangat diperlukan.

“Masyarakat sekitar kawasan hutan memiliki kesadaran tinggi dalam menjaga ekosistem berkelanjutan,” cetusnya.

Upaya menjaga ekosistem air dengan bambu, sebutnya, dilakukan dengan campur tangan manusia. Sejumlah titik yang berpotensi longsor diberi tanaman baru. Sistem perbanyakan bambu yang mudah memakai tunas, ikut menjaga kelestarian tanaman tersebut. Tahan terhadap terpaan angin, berbatang lentur menjadikan bambu cocok untuk tanaman penghijauan.

Memetik manfaat, menjaga ekosistem air dan bambu, diakui pula oleh Adian Novrizal. Pemuda Desa Pematang itu menyebut, bambu yang telah tua dimanfaatkan untuk upaya pengelolaan hutan lestari. Pemuda desa memanfaatkan bambu untuk membuat gazebo dan fasilitas wisata. Pemanfaatan bambu secara selektif tidak akan merusak rumpun, bahkan berpotensi menambah tunas baru.

Keberadaan Cecakhah Way Pekhos yang merupakan air terjun alami, sekaligus mengedukasi masyarakat. Edukasi tersebut dilakukan pentingnya menjaga bambu sebagai tanaman konservasi. Pengelolaan bambu untuk peningkatan ekonomi bisa dilakukan dengan membuat kerajinan. Meski dilakukan pemanenan, konservasi bambu dilakukan dengan melakukan penanaman ulang.

Lihat juga...