Dinkes: Dua Lansia yang Meninggal di Banyumas Bukan Karena Vaksin

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto di kompleks perkantoran Setda Banyumas, Jumat (12/3/2021). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

PURWOKERTO — Dalam sepekan ini ada dua warga Kabupaten Banyumas lanjut usia (lansia) yang meninggal dunia setelah menjalani vaksin Covid-19. Namun, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas menegaskan, penyebabnya bukan karena vaksin.

Dua lansia yang meninggal dunia yaitu laki-laki usia 75 tahun, warga Kecamatan Wangon yang baru menjalani vaksin pada hari Senin (8/3/2021) dan lansia perempuan 74 tahun warga Kecamatan Banyumas yang juga menjalani vaksin pada hari yang sama. Keduanya meninggal sehari setelah vaksin, yaitu Selasa (9/3/2021).

Kepala Dinkes Kabupaten Banyumas, Sadiyanto mengatakan, untuk kasus lansia meninggal yang warga Kecamatan Banyumas sudah dilakukan pemeriksaan dan yang bersangkutan dinyatakan meninggal karena darah tinggi dan stroke. Sedangkan untuk lansia yang warga Kecamatan Wangon, sampai saat ini masih dilakukan pemeriksaan.

“Jadi kedua lansia dipastikan meninggal bukan karena vaksin, tetapi karena memang ada penyakit bawaan atau kormobid,” jelasnya, Jumat (12/3/2021).

Untuk lansia meninggal yang warga Kecamatan Wangon, dari informasi yang diperoleh Dinkes, kondisinya sehat saat menjalani skrining sebelum vaksin. Usai vaksin, saat observasi selama 30 menit, kondisinya juga stabil sehingga diperbolehkan untuk pulang.

Dari keterangan pihak keluarga, lanjutnya, keesokan harinya setelah vaksin, lansia tersebut mulai bekerja kembali, pekerjaannya adalah kuli mengangkut batu dan pasir. Kemudian yang bersangkutan merasa kelelahan yang berujung sakit.

“Pada hari itu juga, lansia ini dibawa berobat ke Puskesmas dan siang harinya meninggal dunia. Untuk penyebab pastinya, masih dalam pemeriksaan lebih lanjut, tetapi dugaan sementara akibat kelelahan,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Banyumas, Achmad Husein menyampaikan, untuk kasus lansia meninggal yang warga Kecamatan Banyumas sudah dipastikan penyebabnya bukan akibat vaksin. Melainkan karena yang bersangkutan jatuh dan mengalami pendarahan lalu stroke.

Melihat dua kasus meninggalnya lansia tersebut, Bupati berharap, lansia lebih diperhatikan kesehatannya dan sebaiknya aktivitas fisik juga tetap dibatasi, mengingat faktor usia dan kesehatan.

“Sebaiknya untuk lansia tidak melakukan aktivitas atau pekerjaan yang terlalu berat, selain itu pihak keluarga juga harus terus memantau kondisinya serta menjaganya,” pesannya.

Vaksin untuk kalangan lansia di Kabupaten Banyumas saat ini sudah mencapai 6.500 orang. Sebelumnya, Banyumas hanya mengalokasikan untuk 5.000 orang lansia, namun kemudian ada aturan baru dari Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah, untuk kuota lansia ditambah hingga total 10.000 orang.

Lihat juga...