Cuaca Sedang Ekstrem Nelayan Banyuwangi Diminta Tidak Melaut

Ilustrasi. Perahu nelayan menerjang ombak saat berangkat melaut di Pantai Grajagan, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (7/7/2019) silam – Foto Dok Ant

BANYUWANGI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas III Banyuwangi, Jawa Timur mengingatkan, nelayan di kabupaten paling ujung timur Pulau Jawa agar tidak melaut untuk sementara.

Rekomendasi tersebut dikeluarkan, karena cuaca ekstrem sedang berlangsung dan berpotensi memunculkan gelombang laut dengan ketinggian bisa mencapai empat meter.

“Demi keselamatan bersama, kami mengimbau para nelayan di perairan selatan Banyuwangi untuk sementara tidak melakukan kegiatannya, hingga kondisi terpantau aman. Begitu juga bagi warga yang ingin bermain di pesisir perairan ini,” ujar prakirawan BMKG Kelas III Banyuwangi, Dita Purnamasari, Kamis (25/2/2021).

Gelombang tinggi, hingga mencapai empat meter, diprakirakan bisa terjadi di perairan selatan Banyuwangi pada 24 Februari 2021 dan akan berlangsung hingga 28 Februari 2021.

Dengan kondisi tersebut, warga diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Hujan lebat disertai petir dan angin kencang, diprakirakan masih akan terjadi di Banyuwangi hingga akhir Februari 2021. Hingga akhir Februari 2021, Banyuwangi masih berada di puncak musim hujan. “Sehingga potensi hujan sedang hingga lebat masih bisa terjadi hingga akhir bulan ini,” jelasnya.

Mengutip data peringatan dini tiga harian dari BMKG Kelas I Juanda, pada periode 24 hingga 26 Februari 2021, Banyuwangi termasuk daerah di Jawa Timur berpotensi hujan dengan intensitas tinggi. Hujan akan turun disertai petir dan angin kencang, serta berpotensi banjir.

“Oleh karena itu, kami mengimbau warga terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor dan banjir. Waspadai terjadinya banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin. Namun, tidak perlu panik atau takut yang berlebihan,” tuturnya.

Sejak dua hari terakhir, BMKG pusat juga telah mendeteksi adanya potensi bibit siklon di sekitar selatan Nusa Tenggara Timur (NTT), yang berpotensi berkembang menjadi siklon tropis.  (Baca: https://www.cendananews.com/2021/02/dampak-bibit-siklon-tropis-laut-jawa-waspada-gelombang-tinggi.html ).

Saat ini, bibit siklon itu diprediksi masih bertahan dan menunjukkan pergerakan ke arah barat mendekati wilayah laut di selatan Jawa Timur, dengan potensi intensitas yang menguat hingga dua hari ke depan. “Bibit siklon ini, secara tidak langsung berdampak pada pembentukan potensi cuaca ekstrem, seperti hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang. Juga memicu terjadinya gelombang tinggi di wilayah laut bagian selatan Jawa hingga 28 Februari mendatang,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...