Stek Batang dan Daun, Cara Mudah Budidaya Tanaman Hias Begonia

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Begonia menjadi salah satu tanaman hias, yang digemari saat ini. Bentuk daun yang unik dan bervariasi bentuk sesuai jenis, menjadi daya tarik utama. Tidak hanya itu, batang dan daun begonia yang terselimuti semacam bulu-bulu halus, juga menjadi keunikan lainnya.

“Daun begonia umumnya asimetris dengan variasi bentuk sesuai jenis. Bentuknya pun beragam mulai dari oval, bulat, hingga berbentuk menjari. Warnanya pun bermacam-macam, merah, silver, hitam atau hijau,” papar penggemar tanaman hias, Hendrati Hapsari saat ditemui di rumahnya, di Semarang, Senin (18/1/2021).

Tidak hanya itu, beberapa jenis begonia juga terbentuk dengan permukaan daun yang berlilin dan lembut, ada juga yang kasar dan penuh kerutan. Keunikan tersebut, menjadi daya tarik utama dari tanaman hias yang masuk genus Begoniaceae tersebut.

“Selain memiliki tampilan yang dapat menambah estetika, tanaman ini juga sangat mudah ditanam dan dirawat. Itu sebabnya, begonia banyak digemari,” lanjut Indri, panggilan akrabnya.

Selain itu, jika tertarik untuk membudidayakan begonia juga relatif mudah. Caranya dengan memanfaatkan stek batang atau daun, yang mampu menghasilkan tanaman baru persis dengan induk.

“Layaknya budidaya dengan cara stek, kita bisa potong batang atau daun, dan langsung ditanam,” jelasnya.

Agar tingkat keberhasilannya tinggi, lanjut Indri, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Terutama dalam memilih indukan begonia, yang akan di stek. “Pilih begonia yang sehat dan cukup umur. Saat memotong batang, pastikan sudah mata tunas yang muncul, sehingga bisa mempercepat tumbuhnya akar,” terangnya.

Gunakan media tanam yang sesuai, umumnya menggunakan tanah, humus dengan perbandingan 1 : 1. Setelah ditanam, letakkan pot di tempat teduh dan terhindar dari sinar matahari langsung.

“Namun kondisi media tanam juga jangan terlalu lembab, sebab bisa menyebabkan pembusukkan. Semprot air tipis-tipis jika tanahnya terlihat sudah kering. Umumnya, akar akan keluar setelah 1 sampai 4 minggu,” tandasnya.

Selain dengan batang, budidaya begonia juga bisa dilakukan dengan cara stek daun. Caranya pilih daun yang sudah tua, bisa menggunakan daun yang terletak di paling bawah.

“Cukup potong daun bersama tangkainya. Kemudian tanam daun tersebut, pastikan pangkal daun tertanam dengan baik, sebab di titik tersebut, nantinya diharapkan tumbuh akar atau tunas baru,” terangnya.

Penggemar tanaman hias, Hendrati Hapsari menunjukkan koleksi begonia miliknya, saat ditemui di rumahnya, di Semarang, Senin (18/1/2021). Foto Arixc Ardana

Hal senada juga dipaparkan Indra, pedagang tanaman hias di kawasan Tembalang Semarang. Diterangkan, seperti tanaman cocor bebek, yang sudah sangat dikenal pecinta tanaman hias, begonia juga bisa dikembangkan dengan cara stek daun atau batang.

“Termasuk dengan cara membelah daun menjadi dua atau tiga bagian, kemudian menanam pangkal daun masing-masing tersebut di dalam pot. Agar tingkat keberhasilannya tinggi, sebelum ditanam bisa diberi obat penumbuh akar tanaman,” terangnya.

Penggunaan media tanam menjadi penting, karena berpengaruh pada perkembangan akar. Untuk memudahkan, dirinya mengaku menggunakan pasir malang, sebagai media tanam.

“Pasir malang ini banyak yang jual, bentuknya kecil-kecil seperti batu, jadi ukurannya lebih besar dibanding pasir biasa. Media ini lebih mudah menyerap air, namun tidak seperti tanah yang lembab, sehingga cocok untuk begonia. Selain itu, dengan pasir malang juga memudahkan pencabutan akar, saat nanti dipindahkan ke pot yang lebih besar,” tegasnya.

Namun di satu sisi, dirinya juga mengingatkan bahwa ada banyak faktor yang bisa menyebabkan budidaya tersebut tidak berhasil. Mulai dari cuaca, kelembaban air, hingga soal pengalaman.

“Awal-awal budidaya umumnya banyak yang gagal. Tanam 10 yang berhasil 1-2 tanaman, jadi memang harus belajar. Seringnya tanaman menjadi busuk karena kebanyakan air. Kalau gagal, ya mesti dicoba lagi,” pungkasnya.

Lihat juga...