Ratusan Pengungsi Korban Gempa Sulbar Tiba di Makassar

Sejumlah pengungsi korban gempa di Mamuju, Sulawesi Barat beristirahat di tempat penampungan sementara di aula kantor Dinas Sosial, Provinsi Sulawesi Selatan, Kota Makassar, Senin (18/1/2021) – Foto Ant

MAKASSAR – Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat, data sementara jumlah pengungsi korban gempa di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), yang masuk ke Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan hingga Senin (18/1/2021) tercatat berjumlah 629 orang.

“Sampai hari ini total pengungsi yang masuk ke Makassar melalui Bandara Lanud Sultan Hasanuddin 629 orang,” sebut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Sulsel, Gemala Faoza, di sela menerima pengungsi di kantornya, jalan Andi Pangeran Pettarani, Makassar, Sulsel, Senin (18/1/2021).

Untuk data Senin (18/1/2021), masuk pengungsi dari gelombang ketujuh yang berasal dari kota Mamuju, jumlahnya mencapai 74 orang. Hanya saja, 55 orang masih bertahan di penampungan sementara di aula kantor dinas, selebihnya diambil keluarganya dan Dinsos Kabupaten Gowa, Sulsel. Pengungsi yang difasilitasi Dinsos tersebut diketahui berasal dari Balikpapan, Kalimantan Timur dan Jawa Tengah, dan akan pulang ke kampung halamannya, sembari menunggu keberangkatan selanjutnya.

Selain itu, selama di tempat penampungan, pengungsi akan menjadi tanggungan pemerintah provinsi Sulsel. Meski demikian rata-rata pengungsi berharap dibantu untuk dipulangkan ke kampungnya, karena di Sulbar sudah tidak memiliki apa-apa pascagempa. “Untuk pemulangan kita meminta petunjuk pimpinan, bagaimana caranya dibantu untuk bisa kembali di kampungnya,” papar Gemala.

Mengenai informasi masih ada atau tidaknya gelombang pengungsi yang akan datang ke Makassar, Gemala menyebut, sementara menunggu kedatangan gelombang ke delapan. Diprakirakan ada puluhan orang. “Info terbarunya akan datang lagi (pengungsi) malam ini sebanyak 90 orang. Tim sudah menunggu di Lanud Sultan Hasanuddin untuk menjemput mereka lalu diasesmen sebelum masuk ke tempat penampungan, setelah itu mungkin ada keluarga yang menjemput,” katanya.

Mengenai tempat penampungan sementara, sudah memadai. Di aula Dinsos Sulale, telah dipasang velbet atau tempat tidur darurat, yang mampu menampung 70 orang. Kemudian ada rumah dinas, bisa menampung 80 orang, bahkan panti milik Dinsos Innang Matutu, jika diperlukan juga bisa digunakan. “Kalau masih diperlukan kami juga punya ruangan di Masjid sebagai penampungan sementara. Bila pengungsi lebih banyak, kami pun telah berkoordinasi dengan Asrama Haji untuk bisa menampung 100 orang, “tambahnya.

Salah seorang pengungsi bernama, Sakiem, asal Solo, Jawa Tengah berharap, bisa segera dipulangkan ke kampung halamannya. Dia berencana untuk kembali ke Sulbar, setelah kondisi normal dan benar-benar aman. “Kalau bisa segera pulang. Nanti ke Sulbar lagi kalau kondisinya aman disana. Kalau sekarang takut kembali, katanya sering ada gempa susulan,” harap Sakiem, seorang penjual bakso yang sudah 19 tahun berjualan di Sulbar. (Ant)

Lihat juga...