Banjir Bandang Rusak Lahan Pertanian di Sikka

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Banjir bandang yang melanda Desa Done, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan beberapa desa lainnya di sekitarnya menyebabkan puluhan hektare sawah mengalami kerusakan parah.

Warga Desa Done, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, NTT, Thomas Lando saat ditemui di sawahya, Rabu (27/1/2021). Foto : Ebed de Rosary

Tanaman padi yang baru ditanam yang berumur 1 minggu hingga 3,5 bulan mengalami kerusakan akibat tertimbun material banjir bandang yang melanda wilayah ini Minggu (17/1/2021) lalu yang mengakibatkan petani mengalami gagal panen.

“Sawah saya sudah tanam padi dan berumur seminggu hingga dua minggu tertimbun lumpur hari Minggu (17/1/2021) lalu,” kata Thomas Lando, Warga Desa Done, Kecamatan Magepanda,Kabupaten Sikka,NTT saat ditanyai Rabu (27/1/2021).

Thomas katakan, dirinya memiliki sawah seluas 2 hektare lebih di Dusun Detunggawa, Desa Done, Kecamatan Magepanda semuanya tertimbun material banjir berupa kayu, pasir, batu dan tanah.

Dirinya menyebutkan, areal persawahan seluas 8 hektare di wilayah ini semuanya terkena dampak banjir bandang dan mengalami kerusakan parah sehingga kemungkinan besar mengalami gagal panen.

“Luas sawah di Dusun Detunggawa sekitar 8 hektare dan semuanya mengalami kerusakan tertimbun batu, pasir dan kayu sehingga bisa dikatakan mengalami gagal panen,” ujarnya.

Thomas mengharapkan pemerintah turun melihat kondisi sawah petani dan memberikan bantuan. Ia mengaku mau tanam ulan,g tapi persedian benih padi sudah habis dan biayanya juga lebih besar.

Dikatakannya, bila harus menanam ulang maka sama seperti bekerja dari awal kembali sebab harus menggusur pasir dan metrial yang berada di areal persawahan.

“Baru kali ini hujan besar sekali. Saya mengalami kerugian sekitar 50 karung ukuran 50 kilogram akibat padi tidak bisa dipanen.Kalau bisa pemerintah membantu kita untuk pembibitan ulang, pengerukan dan lahan sawah warga,” harapnya.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Kristianus Amstrong mengatakan petugasnya sedang turun ke lokasi untuk melakukan pendataan kerusakan tanaman pertanian.

Amstrong menyebutkan, setelah dilakukan pendataan dan diketahui kerusakan yang terjadi maka data tersebut akan diserahkan kepada BPBD Sikka untuk ditindaklanjuti dengan memberikan bantuan.

“Petugas kami sedang mendata dan kemungkinan hari ini datanya sudah direkap agar bisa diserahkan kepada BPBD Sikka untuk ditindaklanjuti dengan pemberian bantuan sesuai jenis kerusakannya,” ucapnya.

Lihat juga...