Sulit Dapatkan Lokasi Relokasi Korban Longsor di Telegong dan Cisewu

Petugas meninjau kondisi bencana tanah longsor di Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (3/12/2020) – Foto Ant

GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat, mencari lahan yang aman dari bahaya bencana alam, untuk merelokasi warga yang rumahnya terdampak bencana tanah longsor di Kecamatan Talegong dan Cisewu. Namun, upaya tersebut diakui tidak mudah untuk didapatkan.

Lahan yang selama ini dijadikan pemukiman penduduk di daerah tersebut rawan dilanda bencana. “Sekarang lagi cari lahan dulu, yang cocok untuk relokasi warga di sana,” kata Bupati Garut, Rudy Gunawan, Senin (7/12/2020).

Rudy menyebut, sudah meminta petugas untuk mencari lahan di wilayah Cisewu dan Talegong, yang selanjutnya bisa diusulkan sebagai lahan relokasi bagi warga korban longsor. Selama ini, petugas di lapangan belum mendapatkan lahan yang cocok untuk dijadikan pemukiman rumah penduduk, kawasan tersebut berupa perbukitan, yang dinilai berbahaya dan berpotensi mengalami bencana alam, seperti longsor maupun pergerakan tanah. “Susah cari tempatnya, sampai saat ini belum ada tanah yang luas, ada tanah yang datar tapi tidak luas,” katanya.

Menurutnya, kondisi tanah yang terdampak bencana longsor di Cisewu dan Talegong cukup  emprihatinkan. Dikhawatirkan akan terjadi longsor susulan ketika turun hujan di daerah itu. Pemerintah daerah, terus berupaya menanggulangi warga yang terdampak bencana tanah longsor, dengan menyiapkan tempat pengungsian dan kebutuhan makannya setiap hari. “Kita siapkan kebutuhannya, sehari kebutuhan makan saja untuk pengungsi kita siapkan sekitar Rp20 juta,” kata Bupati.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut mencatat, ada 59 kepala keluarga yang terdiri dari 180 jiwa, harus mengungsi di Kecamatan Talegong. Dan ada 245 kepala keluarga yang terdiri dari 676 jiwa, harus mengungsi di Kecamatan Cisewu. (Ant)

Lihat juga...