Siswa di Pengungsian Lewoleba tak Bisa Fokus Belajar
Editor: Koko Triarko
LEWOLEBA – Erupsi Gunung Api Ile Lewotolok sejak Sabtu (28/11/2020), tak hanya berdampak terhadap kehidupan warga di dua kecamatan, yakni Ile Ape dan Ile Ape Timur di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Namun, juga bagi para siswa yang sedang bersiap menghadapi ujian pertengahan semester.
“Sebentar lagi mau ujian pertengahan semester, sehingga para guru izinkan ujian secara daring,” ungkap Laurensia Claudia Loto, siswi kelas 1 SMK Kawula Karya Lewoleba, saat ditemui Cendana News di posko pengungsi di bekas kantor Bupati Lembata, Kota Lewoleba, Kamis (3/12/2020).
Ren, sapaannya, mengatakan selama berada di lokasi pengungsian sejak Minggu (29/11/2020), dirinya tidak bisa belajar secara maksimal karena memikirkan keadaan orang tuanya yang mengungsi bersamanya di lokasi pengungsian.

Ia menambahkan, suasana di lokasi pengungsian membuat mereka pun dalam membaca bahan pelajaran tidak maksimal, karena suasananya ramai sekali, banyak sekali orang yang ada di dalam satu tenda pemgungsian.
“Kami mau membaca dan menghafal bahan pelajaran untuk persiapan ujian tidak bisa maksimal. Suasananya ramai sekali, sebab ada anak kecil maupun orang dewasa dan jumlahnya banyak sekali di posko pengungsi, sehigga kami tidak bisa konsetrasi dalam membaca,” ucapnya.
Ren mengaku bersyukur karena ada petugas di posko pengungsian yang memberikan pulsa data secara gratis kepada para siswa, sehingga mereka bisa pergunakan bila menjalani ujian pertengahan semester secara daring.
Dirinya pun mengatakan sudah ingin kembali ke rumahnya agar bisa belajar dengan tenang, dan mempersiapkan diri menghadapi ujian. Namun, situasi di desanya belum memungkinkan karena erupsi Gunung Api Ile Lewotolok masih terjadi.
“Saya ingin cepat kembali ke rumah, sebab di sini tidak bisa belajar dengan nyaman. Apalagi, kami tidur di lantai beralaskan kasur, sehingga saat hujan sangat kedinginan,” ungkapnya.
Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, menjelaskan hingga saat ini kondisi erupsi Gunung Api Ile Lewotolok masih terjadi sehingga masyarakat tetap diminta untuk berada di lokasi pengungsian demi keamanan dan kenyamanan.
Yentji menegaskan, hingga saat ini status Gunung Api Ile Lewotolok masih masuk level siaga, sehingga perumahan warga yang berada dalam radius 5 kilometer dari puncak gunung wajib mengungsi ke tempat yang aman.