Laboratorium Kampung Ternak Jogja, Tempat Belajar Bersama Para Peternak

Editor: Makmun Hidayat

YOGYAKARTA — Besarnya potensi usaha di sektor peternakan menginspirasi sejumlah pemuda di Yogyakarta untuk lebih memasyarakatkan usaha budidaya sebagai sumber pendapatan dan penghasilan keluarga. 

Tergabung dalam Laboratorium Kampung Ternak Jogja, mereka aktif mengenalkan sekaligus mendorong masyarakat untuk memulai usaha budidaya. Baik itu budidaya kambing, domba, sapi, ayam, kelinci dan sebagainya.

Berlokasi di Padukuhan Kweni, Panggungharjo, Sewon, Bantul, mereka tak hanya mempraktikan berbagai jenis usaha budidaya di kandang kelompok. Namun juga mengajarkan seluk beluk memulai dan menjalankan usaha budidaya tersebut kepada masyarakat sekitarnya.

“Laboratorium Kampung Ternak Jogja ini merupakan gabungan kelompok ternak, baik itu ayam, kambing, domba, sapi dsb. Disini setiap kelompok bisa belajar budidaya bersama-sama. Jadi ini merupakan tempat belajar para peternak. Seperti bagaimana meramu pakan, melakukan pengembangbiakan, dan sebagainya. Siapa pun bisa datang dan belajar ke sini. Gratis tidak dipungut biaya,” ujar koordinator Laboratorium Kampung Ternak Jogja, Imam Abror, belum lama ini.

Koordinator Laboratorium Kampung Ternak Jogja, Imam Abror, Minggu (6/12/2020)/ -Foto: Jatmika H Kusmargana

Imam sendiri menyebut usaha di sektor peternakan sebagai salah satu jenis usaha yang tidak pernah mati. Selain dagingnya selalu dibutuhkan untuk konsumsi masyarakat, usaha budidaya khususnya domba, kambing maupun sapi, juga terus berkembang seiring semakin meningkatnya kebutuhan hewan kurban setiap tahunnya.

“Dampak pandemi Covid-19 terhadap usaha budidaya seperti domba dan sapi ini sangat kecil. Bahkan hampir tidak ada sama sekali. Seperti saat musim kurban kemarin, justru malah meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Didirikan sejak 2015 lalu, Laboratorium Kampung Ternak Jogja, aktif melakukan pemberdayaan pada peternak terhadap seluruh proses budidaya peternakan yakni dari hulu hingga hilir. Mulai dari proses pemeliharaan, pembesaran, pembudidayaan, hingga menjadi produk berupa daging halal.

“Tidak hanya soal budidaya, kita juga mendorong para peternak mampu mengolah kotoran menjadi pupuk. Termasuk bagaimana menghasilkan produk berupa daging yang siap dan layak dikonsumsi sesuai standar,” katanya.

Bagi warga masyarakat sekitar sendiri, keberadaan Laboratorium Kampung Ternak Jogja terbukti mampu memberikan dampak positif bagi mereka. Selain tak sedikit warga yang ikut bergabung menjadi peternak, banyak diantara mereka termasuk kaum muda yang kini mendapatkan tambahan penghasilan dari beternak.

“Ada sekitar 20 an warga di Padukuhan Kweni yang saat ini menjadi peternak, khususnya kambing, sapi maupun domba. Tentu sangat bermanfaat, karena warga yang sebelumnya bekerja sebagai tukang batu, tukang kayu dsb kini bisa mendapatkan tambahan penghasilan dari hasil beternak ini,” kata Ketua RT 16 Padukuhan Kweni Bantul, Lejar Budiharjo.

Lihat juga...