Jabar Siapkan 15 Lokasi Baru untuk Isolasi Pasien COVID-19

Petugas kebersihan membersihkan ruang isolasi Orang Tanpa Gejala (OTG) COVID-19 di gedung Mal Pelayanan Publik kawasan lingkar timur Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (11/6/2020). -Foto: ANTARA

BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menyiapkan 15 gedung, untuk tempat isolasi baru pasien COVID-19. Tempat isolasi tersebut terdiri dari 11 gedung pemerintah, seperti asrama, dan empat bangunan hotel.

“Jadi total ada 15 gedung yang kita siapkan mengantisipasi libur panjang dan pilkada, yang tentu tidak kita harapkan terjadinya peningkatan (kasus COVID-19),” kata Gubernur Jawa Barat, M. Ridwan Kamil atau Kang Emil, seusai Rapat Mingguan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar di Makodam III Siliwangi Kota Bandung, Senin (7/12/2020).

Saat ini, keterisian ruang isolasi untuk pasien COVID-19 di rumah sakit rujukan di Jabar sudah mencapai 75 persen. Oleh karena itu, sesuai prosedur, Pemprov Jabar menyiapkan 11 gedung milik pemerintah dan empat hotel sebagai gedung isolasi baru pasien COVID-19.

Gubernur Jawa Barat, M Ridwan Kamil – Foto Ant

Lebih lanjut disebutkan, pada pekan ini Kabupaten Garut dan Kabupaten Majalengka masuk dalam status daerah zona merah COVID-19. “Kabupaten Garut, Kota Tasikmalaya, dan Kabupaten Majalengka masuk zona merah COVID-19,” kata Kang Emil.

Total ada enam kabupaten dan kota di Jawa Barat, yang sudah masuk dalam zona merah COVID-19 pada pekan ini. Daerah tersebut adalah, Kota Depok, Kabupaten Karawang, Kota Bandung, Kabupaten Garut, Kota Tasikmalaya, dan Kabupaten Majalengka. “Melaporkan di minggu ini status zona merah enam. Ada yang bertukar beberapa lokasi. Depok masuk zona merah lagi, kemudian Kota Bandung tapi alhamdulillah KBB (Kabupaten Bandung Barat) tidak zona merah lagi,” tandasnya.

Penanganan daerah zona merah tersebut ada di bawah kuasa kepala daerah masing-masing, seperti untuk Kota Bandung yang masih melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional. “Untuk Kota Bandung zona merah, KBB (Kabupaten Bandung Barat) sudah tidak. Kebijakan Kota Bandung saya serahkan kontinuitasnya kepada wali kota,” kata dia.

Kabupaten dan kota lainnya, kata Kang Emil, mayoritas berada di zona kuning atau zona risiko rendah. “Dan untuk sisanya membaik dan kita lebih banyak zona kuning dibanding oranye,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...