Budidaya Udang Vaname, Ketahanan Pangan Ekonomi Indonesia
Editor: Makmun Hidayat
JAKARTA — Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM), Teten Masduki mengatakan, ketahanan pangan yang menjadi prioritas ekonomi Indonesia di masa depan adalah budidaya perikanan, termasuk tambak udang vaname.
Dalam hal pengembangan, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) berkomitmen untuk mendukung budidaya udang vaname yang diyakini dapat meningkatkan kesejahteraan para petambak.
“Budidaya udang vaname mampu berikan keuntungan yang besar bagi kesejahteraan para petambak. Kami dukung pengembangannya dengan pendampingan dan pembiayaan,” ujar Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM), Teten Masduki, pada diskusi webinar ketahanan pangan di Jakarta, Senin (7/12/2020).
Teten mencontohkan, sukses budidaya udang vaname di Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat yang dikelola oleh Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Mekar Sejahtera.
Menurutnya, para petambak tersebut menerapkan sistem dan cara baru untuk meningkatkan kapasitas produk udangnya, dalam naungan koperasi.
Dengan panen udang yang meningkat sangat berpotensi untuk menembus ekspor. Apalagi menurut Teten, kualitas udang vanamenya sangat bagus.
“Kini, petambak udang Pokdakan Mina Mekar Sejahtera, produksi udang vanamenya capai 40 ton per hektar. Pastinya hasil panen ini dapat meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan, dalam mendukung peningkatan produktivitas udang vaname, para petambak akan diberikan kemudahan perizinanan usaha.
Selain itu juga pendampingan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM).
Namun untuk mendapatkan fasilitas tersebut, menurutnya, terlebih dulu mereka harus bergabung dalam wadah koperasi.
Sehingga mereka tidak lagi mengembangkan usaha tambaknya sendiri-sendiri. Melainkan kata Teten, dikelola dengan berkelompok melalui koperasi.
Karena apabila masih mengandalkan cara konvensional seperti membudidaya tambak udang secara individu atau perorangan.
Maka sebut Teten, hasil panen udangnya tidak akan pernah mencapai skala industri. Selain itu dari sisi pemasaran, mereka juga akan mengalami kesulitan. Karena terkait jumlah panennya yang kecil dan kualitasnya juga tidak stabil.
“Ya kalau para petambak udang ingin maju, nggak bisa dikelola perorangan. Mereka harus gabung dalam koperasi, agar mudah dapat pembiayaan, dan akses memasarkan hasil panen juga lancar,” ungkapnya.
Dalam pengembangan budidaya udang vaname, Kemenkop UKM berkomitmen menggarap dari sisi hilir melalui penguatan koperasi dan usahanya.
Dengan mencarikan perusahaan penjamin untuk memuluskan usaha budidaya udang vaname ini.
“Kami usahakan carikan offtaker (penjamin), untuk melancarkan usaha budidaya udang vaname ini. Ya, itu bisa pengusaha swasta atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” pungkasnya.