Pabrik Gagang Sapu DCML Madura Bersiap Beroperasi Kembali

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

CILACAP — Pabrik gagang sapu Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Madura, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap saat ini tengah bersiap-siap untuk beroperasi kembali. Rencananya pertengahan bulan Desember.

Ketua KUD Mandiri Lestari Sejahtera, Puji Heri Santoso di Cilacap, Jumat (27/11/2020). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Ketua KUD Mandiri Lestari Sejahtera, Puji Heri Santoso mengatakan, saat ini pihaknya masih mencari pekerja untuk memproduksi gagang sapu. Selain itu, juga masih menunggu orderan yang masuk.

“Sampai sekarang pabrik gagang sapu belum mulai beroperasi kembali, selain belum ada orderan yang masuk, kita juga masih harus mencari pekerja terlebih dahulu. Sebab, setelah tutup sekian lama, ada beberapa pekerja sebelumnya, sekarang sudah bekerja di tempat lain,” katanya, Jumat (27/11/2020).

Lebih lanjut Puji Heri menjelaskan, pandemi Covid-19 yang berkepanjangan sangat berdampak pada usaha produksi gagang sapu. Sebab, para penjual yang menjadi langganannya banyak yang tutup dan tidak berjualan. Sehingga secara otomatis juga tidak ada pesanan yang masuk.

“Kita mendapat informasi, beberapa penjual sapu sudah mulai berjualan kembali, jadi nanti akan kita komunikasikan lagi, sehingga mereka bisa order gagang di tempat kita lagi,” tuturnya.

Penutupan pabrik  ini sudah berlangsung selama tujuh bulan lalu. Pabrik tersebut mulai tutup pada minggu kedua bulan April 2020 akibat pandemi Covid-19. Penutupan pabrik gagang sapu ini disebabkan merosotnya permintaan.

Prospek pabrik gagang sapu yang digagas DCML Madura ini sebenarnya cukup bagus. Sejak beroperasinya pabrik pada awal bulan Februari lalu, pihak koperasi sudah menjual tiga kali pengiriman. Pengiriman pertama sebanyak 2.500 batang ke Ciamis, pengiriman kedua meningkat menjadi 3.000 batang dan masih di kirim ke Ciamis. Pengiriman ketiga ini sebanyak 5.100 gagang sapu dikirim ke Kroya.

Penutupan pabrik ini, juga mengharuskan KUD Mandiri Lestari Sejahtera selaku pengelola pabrik gagang sapu, harus merumahkan dua pekerja pabrik.

Salah satu pekerja pabrik gagang sapu yang dirumahkan, Diarto mengatakan, ia berharap wabah corona segera berakhir, sehingga ia bisa bekerja kembali. Menurutnya, dampak corona sangat terasa bagi masyarakat, karena banyak yang kehilangan pekerjaan.

“Terakhir masih bekerja, kita sudah bisa memproduksi gagang sapu sampai 700 batang per hari. Semoga saja pabrik bisa kembali lagi beroperasi secepatnya, karena sebenarnya kita juga masih butuh pekerjaan,” tuturnya.

Lihat juga...