Lima Tren Makro Profesi Akuntan di Masa Pandemi
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
MALANG – Ketua Ikatan Akuntan Indonesia Kompartemen Akuntan Pendidik (IAI KAPd), Prof. Dr. Dian Agustia, SE, MSi, Ak, CA, menyebutkan, ada lima tren makro yang saat ini berpengaruh sekaligus menjadi tantangan bagi profesi akuntan yang harus dihadapai di era revolusi industri pada masa pandemi Covid-19.

Lima tren makro tersebut yaitu teknologi informasi, perkembangan ekonomi dan bisnis yang dipengaruhi oleh kondisi saat ini, lingkungan profesi yang berubah, regulasi, pendidikan serta Sumber Daya Manusia (SDM).
“Oleh sebab itu dewan pengurus nasional IAI telah menginisiasi adanya prakarsa 6.1 sebagai program strategis untuk menghadapi tantangan dan tren global,” ujarnya saat menjadi keynote speech webinar nasional bertajuk ‘Peran Akuntansi Publik dalam Meningkatkan Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah di Masa Pandemi’ Selasa (3/11/2020).
Menurutnya, IAI telah mengidentifikasi aspek teknologi informasi yang merupakan salah satu tren makro yang sangat berpengaruh pada masa depan profesi akuntansi dan perekonomian secara umum. Dampak disrupsi telah memodernisasi dan menyederhanakan banyak aspek berpengaruh pada seluruh bidang.
Teknologi juga telah meningkatkan akurasi budgeting, meningkatkan perencanaan, mengamankan proses dan evaluasi serta mitigasi risiko yang dapat dilakukan secara segera di berbagai bidang. Dari sisi pemeriksaan dan pelaporan yang dilakukan oleh akuntan, prosesnya bisa dilakukan tanpa gangguan manusia. Serta semakin terbukanya akses data secara real time memungkinkan respon cepat atas isu-isu tertentu.
“Ketidakpastian kondisi ekonomi dan perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat saat ini memerlukan peran dari profesional untuk menghadapi tantangan yang sedang terjadi,” ucapnya.
Menurutnya, profesi akuntan memiliki peran penting dalam membantu sektor bisnis dan perekonomian di dalam memaksimalkan menghadapi tantangan dan mengidentifikasi peluang.
“Akuntan profesional harus bisa menjadikan teknologi yang berkembang sebagai alat bagi tercapainya kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.
Sementara itu, wakil gubernur Jawa Timur, Dr. Emil Elestianto Dardak, B. Bus,. M.Sc yang turut menjadi pembicara dalam webinar tersebut, membahas terkait upaya peningkatan kualitas laporan keuangan pemerintah Provinsi Jatim pada masa pandemi seperti saat ini.

“Diperlukan check and balance serta komitmen dari pimpinan daerah, dalam akuntansi publik untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan pemerintah daerah di masa pandemi,” ucapnya.
Lebih lanjut mantan Bupati Trenggalek tersebut menyampaikan bahwa dalam refocusing dan realokasi, optimalisasi penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD 2020, diprioritaskan untuk penanganan kesehatan, penanganan dampak ekonomi, dan penyediaan jaring pengaman sosial.
“Itu yang utama saat ini untuk dikelola dengan baik. Karena dengan tata kelola yang baik akan berdampak pada pengelolaan keuangan yang baik di masa mendatang,” pungkasnya.