‘Green Sukuk Dari Diri untuk Bumi’ Terjual Rp4,96 Triliun

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Masa penawaran Sukuk Tabungan seri ST007 berakhir hari ini, Rabu (25/11/2020). Berdasarkan catatan Kemenkeu, sehari jelang penutupannya, ST007 telah terjual sebesar Rp4,96 triliun.

“Dengan nilai penjualan tersebut, ST007 kini berhasil menggeser ST002 sebagai Sukuk Tabungan dengan penjualan terbesar yang dijual secara online, pada November 2018 yakni Rp4,95 triliun,” ujar Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Luky Alfirman, dalam keterangan tertulisnya, pagi ini.

Luky mengungkapkan, bahwa kuota pemesanan ST007 telah dinaikkan menjadi Rp5 triliun. Dengan demikian kuota pemesanannya hanya tersisa Rp31 miliar.

“Realisasi penjualan ST007 pada Jumat lalu juga telah berhasil melampaui ST003 yang terjual Rp3,13 triliun dan ditawarkan pada awal 2019,” terangnya.

Luky menyatakan, ST007 hadir dengan tema Dari Diri untuk Bumi, sebagai wujud komitmen negara dalam mendukung upaya mengatasi dampak perubahan iklim yang dapat mengancam kelestarian lingkungan dan keberlanjutan hidup manusia.

“Pemerintah memberikan kesempatan kepada setiap warga negara Indonesia untuk dapat berinvestasi pada Green Sukuk Ritel – Sukuk Tabungan seri ST007 sekaligus memiliki kesempatan berpartisipasi dalam mendukung pembangunan nasional. Membantu mengatasi dampak dari perubahan iklim, karena hasil penerbitannya akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek hijau dalam APBN,” tukas Luky.

Seperti diketahui, Kemenkeu telah memproyeksikan, bahwa Indonesia membutuhkan setidaknya US$ 247,2 miliar atau setara Rp 3,6 kuadriliun (kurs Rp 14.760 per dolar Amerika Serikat) untuk menghadapi target National Detemined Contributions (NDC) pada 2030.

NDC merupakan poin utama dalam Kesepakatan Paris 2016 untuk mengurangi emisi dan dampak beradaptasi pada perubahan iklim.

Dalam 5 tahun terakhir (2016 hingga 2020), Kemenkeu melaporkan total pembiayaan yang sudah berhasil dicapai baru 34 persen saja. Sehingga, masih ada sisa sekitar 66 persen lagi.

Kembali pada ST007, Direktur Pembiayaan Syariah DJPPR, Dwi Irianti Hadiningdyah menambahkan, bahwa ST007 ini merupakan kali kedua pemerintah menerbitan sukuk tabungan berbasis green, bentuk inovasi.

“Kita pun adalah negara pertama di dunia menerbitkan sukuk tabungan sifatnya green. Nantinya hasil penjualan ST0007 akan digunakan untuk membiayai proyek seperti Rel Kereta Api Cirebon-Kroya, Rel Kereta Api Manggarai, National Park di Halmahera dan di Bogor,” kata Dwi.

Lebih lanjut, ST007 sendiri bersifat nontradable atau tidak bisa diperdagangkan dengan masa jatuh tempo pada 10 November 2022. Namun, investor bisa melakukan pencairan lebih awal atau early redemption pada 10 November 2021 mendatang. Nilai maksimal untuk pencairan awal yakni sebesar 50 persen.

“Pembayaran kupon pertama dilakukan pada 10 Januari 2021 dan selanjutnya dilakukan setiap tanggal 10, setiap bulannya,” pungkas Dwi.

Lihat juga...